Tuesday, October 20, 2015

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 13


Bab 13
CAR KEY

Selama beberapa detik jo hanya menatap tajam asisten adiknya itu, Mencoba memutuskan apakah dia ingin mencekiknya karena sudah menggagalkan rencanya untuk get laid malam ini atau mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkan dirinya dari kegilaan. Tapi yang lebih mengagetkannya lagi adalah rasa jengkel yang mulai muncul dia benak jo, Bukan karena kedua alasan di atas, Tapi karena ekspresi tidak peduli yang kini sedang sipertontonkan dara.
"Mas jo?"Ucap dara lagi, Ketika jo masih juda tidak bereaksi.
Ekspresi wajah dara memnuat keisengan jo muncul. Dia ingin melihat apakah dara akan terkejut kalau dia get his freak on denga kayla dihadapannya. Area lobi sudah hampir kosong karena acara akan dimulai sebentar lagi. Tanpa berfikir panjang, Jo menarik pinggang kayla, Otomatis menempelkan seluruh tubuh kayla pada tubuhnya, Dan mendekatkan bibirnya pada telinga kayla untuk berbisik.” Aku ada free time besok malam.you intersted?"
Bukan itu tidak keras, Tapi cukup bisa didengar oleh dara dengan jelas. Jo mendengar kayla tertawa dan berkata penuh kemenangan,
"Of course."
Jo melirikkan matanya pada dara yang kini kelihatan bosan. Damn, Rencananya untuk membuat dara cemburu sudah gagal total.
"Sampai ketemu besok malam."Ucap ko kepada kayla sebelum melepaskannya.
Jo lalu bergegas mengikuti dara yang sudah setengah jalan menuju area belakang panggung. “ Kenapa blu nyariin saya?” Tanya jo ketika dia berhasil mengejar dara.
Tanpa menghentikan langkah, Dara menjawab, “Oh, Blu sebetulnya nggak nyaris Mas. Tapi tadi mas revel bilang ke saya kalau Mas perlu bantuan sebelum dilahap habis sama mbak kayla. Jadi saya ngarang aja tentang blu nyariin Mas. Saya seharunya nggak usah repot repot, Karen sepertinya Mas jo nggak perlu diselamatkan dari mbak kayla sama sekali."
Jo langsung berhenti melangkah untuk berkata, “ Jadi kamu sudah membohongi saya?"
Dara yang ikut berhenti kemudian menatapnya sambil menyipitkan mata dan berkata, “ Maaf, Kalau saya sudah menganggu rencana Mas jo dengan Mbak kayla.Itu tidak akan terjadi lagi. Saya harus kembali ke pekerjaan saya."
Ketika dara memutar tubuhnyA, jo menarik lengannya dan berkata, “ Kamu marah ya sama saya?" "Nggak sama sekali, “ Balas dara datar sambil menarik lengan nya dari genggaman jo.
Jo melepaskannya sebelum menatap dara dengan lebih seksama. Pupil mata dara melebar, Membuatnya kelihatan berbinar. Napasnya agak sedikit memburu, Seakan dia tidak bisa menarik cukup oksigen ke dalam paru parunya. Kalau bukan karena kedua telapak tangannya yang dikelipkan, Siap untuk melayangkan tinjuan bila perlu, Jo mungkin bisa salah meninterprestasikan semua tanda tanda fisik ini sebagai turn- on. Kenyataannya sekarang adalah dara kelihatan marah, Bukan karena jengkel belaka. Perempuan hanya kelihatan ingin menapar laki laki kalau sedang jengkel, Tapi mereka akan kelihatan ingin membakar para lelaki hidup hidup kalau sudah cemburu. Dan Dara sepertinya lebih daripadi siap untuk melakukan aksi
yang kedua. Sebelum bisa menahan diri, Jo sudah berkata, “ Are you jealous?"
Dara menatap jo tidak percaya sebelum mulai ngomel." Are you insane? apa kepala kamu sebegitu besarnya sampai kamu berpikir setiap wanita mau sama kamu?"
Jo hanya bisa menganga mendengar omelan ini. Dia tidak menyangka Dara akan semarah ini. Sebelum dia bisa mengucapkan maaf, Dara sudah melangkah pergi sambil merungutkan sumpah serapah.
Dara mencoba mengontrol kemarahan yang kini menyelimuti hatinya. Berani beraninya jo memperlakukannya seperti itu?
Membuatnya menyaksikan aksi jo merayu wanita dihadapannya seakan dia adalah boneka yang tidak punya perasaan. Laki laki sialan. Apa dia bahkan tidak memikirkan bahwa bukan ide yang baik untuk bermesraan dengan seorang wanita di area terbuka tempat semua orang bisa melihatnya, Apalagi karena ada banyak wartawan yang hadir diacara ini?Dan berani beraninya jo menuduhnya jealous?jealous nenek moyang lo !!!
Dan revel.....Untuk apa laki laki itu memintanya menyelamatkan jo yang jelas jelas tidak memerlukan bantuannya sama sekali. Oh !!! Dara akan membunuh dua laki laki itu karena sudah berani mempermainkannya.
"Hei, Mbak .Gimana , Apa mas jo sudah selamat dari Mbak kayla?” Tanya Blu ketika dara menemukannya lagi dibelakang panggung.
Dengan susdah payah dara mengatur ekspresinya agar tidak kelihatan kesal sebelum menatap blu sambil tersenyum dan mengangguk. Bukan salah blu bila kakak dan manajernya adalah buaya yang lebih baik dikuliti dan dijadikan tas daripada dibiarkan hidup dan membahayakan semua orang yang ada disekitarnya.
"Muka Mbak kok merah kayak orang marah begitu sih?” Tanya blu polos.
You have no idea, Ucap dara dalam hati, Tapi yang diucapkannya adalah, “ Diluar panas banget, Mbak jadi dehidras."
"Iya memang......"
Dan dara membiarkan Blu ngomong ngalor ngidul, Ngetan ngulon, Tentang betapa panasnya Jakarta akhir akhir ini.
Beberapa hari kemudian Dara sedang berbicara dengan tante poppy melalui Skype ketika jo pulang. Jo langsung disambut oleh Goldie yang menrima belaian dan ciuman dikepalanya sebelum melangkah pergi. Dara melirik jam tangan pada laptopnya yang menandakan pukul 21.00. Dara tahu jo tidak ada acara manggung malam ini, Jadi ada dirumah lebih awal dari biasanya. Dari gelagatnya yang justru duduk di meja makan daripada langsung masuk kekamarnya, Dara tahu apa yang jo inginkan darinya. Sudah beberapa hari ini jo mencoba bicara dengannya, Tapi dara menolak menyisihkan waktu untuknya. Dia masih marah dengan apa yang sudah dilakukan jo pada malam anugrah musik.
Dara membicarakan segala macam hal tentang Tante poppy, Bahkan tentang hal hal yang sudah mereka bicarakan sebelumnya dengan harapan jo akan bosan menunggu dan masuk ke kamarnnya. Tapi sepertinya malam ini dara tidak seberuntung itu. Dara hampir saja memohon kepada tante poppy untuk terus bicara dengannya ketika beliau pamit untuk pergi ke kelas. Setelah menjajikan bahwa dia akan terus meng update tante poppy tentang persiapan konser blu, Dara memutuskan sambungan Skype.
Tanpa menghiraukan jo, Dan menutup laptop, Bangun dari kursinya, Siap melangkah pergi ketika dia mendengar suara jo.
“ Bisa kita bicara?"
“ Apa ini menyangkut blu?” Tanya dara.
Jo kelihatan berfikir sejenak sebelum berkata, “Well, No."
“ Kalau begitu nggak ada yang perlu kita bicarakan, “ Tandas dara dan meninggalkan jo lalu berjalan menuju kamar blu.
Dia mendengar langkah kaki jo mengikutinya dan mendesis, “ Berhenti mengikuti saya."
“ Kalau begitu kasih saya waktu lima menit dan saya nggak akan mengikuti kamu lagi, “pinta jo.
Dara betul betul tidak mau memberikan waktu kepada jo, Tapi dia takut bahwa kalau dia tidak melakukan ini makan jo akan terus mengikutinya. Tanpa peringatan, Dara berhenti dan memutar tubuhnya dengan cepat. Kalau saja reflek jo lebih lamban, Dia pasti sudah menabraknya.
"Saya akan berikan waktu dua menit, Mulai dari....., “ Dara melingkarkan jamtangannya dan berkata, “Sekarang."
Jo menyipitkan matA, jelas jelas tidak menyukai perlakuan dara terhadapnya, Tapi dara tidak peduli.
“ Apa kamu akan betul betul memberi saya batasan waktu seperti ini?" "Satu menit dan lima puluh detik lagi, “ Dara memperingatkan.
Jo mendesah dan berkata setulus mungkin, “Saya minta maaf atas kejadian tempo hari. Saya bahkan nggak tahu kenapa saya mengatak itu, Saya sama sekali nggak bermaksud menyinggung perasaan kamu." "Well, You did, “ Tandas dara.
"I know. Itu sebabnya selama beberapa hari ini saya sudah mencoba meminta maaf."
Ketika dara hanya menatapnya tanpa berkata apa apA, jo mulai sedikit panik. "Please say something, “pintanya.
Dara ingin berpegang pada kemarahannya, Tapi melihat wajah jo yang kelihatan sangat bersalah, Dara jadi ingin tertawa. Lain dengan terkahir kali jo meminta maaf padanya, Permintaan maaf kali ini terdengar lebih tulus, Tanpa ada motivasi apa apa selain untuk mengemukakan penyesalannya.
"Fine, I forgive you, “ucap dara akhirnya. "Serius?” Jo kelihatan tidak percaya. "Nggak, Nggak serius. Saya cuma main main."
Selama beberapa detik jo hanya bisa megap megap.
Sepertinya inilah pertama kali ada orang yang menolak permintaan maafnya sehingga dia tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Dan dara tidak bisa menahan diri lagi, Dia sudah tertawa terbahak bahak.
"Ini sama sekali nggak lucu, Oke. Kamu tahu nggak betapa jarangnya saya mengucapkan permintaan maaf ke orang lain?"
“ Then, Why do it?” Tanya dara disela sela tawanya.
“ Because it's the righT thing to do. Dan kalau saya nggak minta maaf, Saya akan melanggar prinsip saya. "Prinsip apa itu?"
"Untuk mengakui kesalahan kalau saya tahu saya salah."
Dara harus akui bahwa dia cukup terkejut dengan kata kata ini. Siapa sangka jo ternyata lebih dalam daripada yang dia perkirakan selama ini. Dia bertanya tanya kejutan apa lagi yang bisa dia temukan dalam diri jo kalau saja dia mau menginvestasikan waktunya untuk mengenalnya lebih jauh.
"Wow, Itu prinsip yang cukup berat untuk dipegang, Terutama oleh seorang laki laki. Kebanyakan laki laki lebih baik mati daripada mengakui kesalahan mereka, “ucap dara akhirnya. Jo hanya mengangkat bahu."I guess, Saya bukan kebanyakan laki laki."
Ya, Untuk pertama kalinya dara menyadari keberatan pertanyaan itu. Kebanyakan laki laki akan lari tunggang langgang kalau harus menjaga adiknya yang masih ABG, Tapi tidak jo.
Dari observasinya selama beberapa bulan ini dara menyadari jo betul betul mencintai dan peduli pada blu. Jo memang overprotective, Tapi lambat laun dara sadar itulah satu satunya cara yang jo tahu untuk menunjukkan kepeduliannya.
“ Jadi apa saya dimanfaatkan?” Desak jo.
Dara menarik pikirannya dari memikirkan tentang jo lebih jauh dan berkata, “Untuk kali ini, Tapi jangan pernah menuduh saya yang nggak nggak lagi, Oke?"
"Oke, “ Balas jo.
Setelah permintaan maaf jo, Dara menghabiskan banyak waktu dengan blu untuk mempersiapkan konsernya yang akan dilaksanakan dua minggu lagi. Dan kalau jo tidak menghabiskan waktunya dengan kayla, Suatu fakta yang membuat revel tertawa terpingkal pingkal setiap kali topik pembicaraan ini muncul, Jo akan dapat ditemukan bersama adik dan asisten adknya.
"So, How is your week?” Tanya panji pada hari sabtu ketika dara mendapat cuti dan memutuskan untuk menghabiskan waktunya dengan panji, Membicarakan persiapan pernikahan mereka.
Mereka dedang duduk di tempat tidur dara yang penuh dengan brosur katering. Dara mendesah sambil mendekatkan tubuhnya pada panji yang otomatis langsung mengangkat tangan kananya untuk memeluk Dara.
"Sibuk dan capek. Sepertinya biasa, “ucap dara sambil membiarkan kepalanya beristirahat delama
beberapa menit dilekukan leher panji dan menutup matanya.
Dia selalu suka kalau panji melakuka ini, Membuatnya merasa sangat terlindungi dan feminim. Dara mendesah panjang dan panji mencium keningnya lalu menyadarkan tubuhnya pada bantal sambil mengeratkan pelukannya, Otomatis menarik dara bersamanya. Meskipun dara seorang wanita desa yang mampu menopang kehidupanya sendiri tanpa bantuan siapa pun, Terkadang dia merasa ingin melepaskan semua tanggung jawab ini dan membiarkan orang lain memikulnya untuk sementara waktu. Dan itulah yang dia rasakan saat ini bersama dengan panji. Meskipun suka mengontrol, Panji juga memiliki banyak sisi positif. Dia adalah jangkar yang mampu membuat dara agar tidak hayut dibawa gelombang, Yin dari yangnya, Ketenangan didalam hidupnya yang terkadang penuh dengan hura hura, Sinar bulan dijalnnya yang gelap.Yang jelas panji adalah laki laki yang diperlukannya.

Dara mendongak untuk memberikan kecupan dileher panji dan panji membalas dengan membelai wajah dara sebelum mendongakkannya untuk mencium bibirnya.WalaUpun ciuman itu dimulai tanpa maksud apa apa, Tak lama dara menemukan napasnya terengah engah dan tubuh panji sudah menekan tubuhnya diatas kasur. Tubuh dara sudah kebakaran, Pikirannya menghilang entah ke mana dan jantungnya berdetak terlalu cepat membuangnya sulit bernapas. Jarang sekali panji, Yang sangat kaku dan tidak emosian melakukan ini, Karena itu dara agak terkejut dan tidak bereaksi selama beberapa menit.
Panji yang menyadari kekurangan responsnya langsung menghentikan apa yang dia sedang lakukan dan menarik dirinya menjauhi Dara. Selama beberapa menit, Kamar tidur itu hening. Dara melihat panji sedang mencoba mengontrol pernapasannya, Sedangkan dia sendiri.... Mencoba memahami apa yang baru saja terjadi, Lain dari perkiraan orang, Selama dua tahun berpacaran dengan panji, Mereka belum pernah sekali pun melakukan hal yang intim. Panji jenis laki laki yang merasa bahwa laki laki dan perempuan hanya boleh terlibat hubunhan seksual kalau sudah menjadi suami istri. Dan dara yang bertekad mengubah dirinya, Setuju akan pendapat itu.
Jadi, Apa yang baru saja terjadi? Apakah panji telah mengubah prinsipnya itu? Dara sudah cukup mengenal laki laki untuk tahu bahwa kalau saja tadi dia memberikan respons positif pada panji, Mereka tidak akan menghabiskan waktu saling tetap seperti apa yang mereka lakukan sekarang. Tatapan Dara penuh tanda tanya, Sedangkan panji penuh dengan..... Kefrustrasian.
What?! Ini betul betul nggak masuk akal. Berani beraninya dia memampangkan wajah frustasi. Seakan daralah yang harus disalahkan karena tidak memberikan respons positif atas aksinya, Setelah selama ini panji terus menginginkannya akan prinsipnya. Dara menahan diri agar tidak memutar bola matanya dan berkata, “sebaiknya kita selesaikan pembicaraan kita. Hari sudah malam, Aku nggak mau kamu kemalaman di jalan."
Dan selama satu jam ke depan mereka bertingkah laku seperti kejadian barusan tidak pernah terjadi dan membicarakan biayA, jumlah tamu yang akan diundang, Katering, Dan lokasi pernikahan.
Seminggu sebelum konser, Dara baru saja membawa blu pulang ketika berpapasan dengan jo yang sedang dalam perjalanan menuju mobilnya. Jo menyapa blu dan menganggukkan kepalanya kepada dara. "Hei, Mas. Boleh bicara sebentar? Ada sesuatu yang aku mau tanya, “ Tanya blu.
Jo melirik jam tangannya sebelum berkata, “ Apa kamu bisa tunggu sampai besok? Mas ada janji dengan Mbak kayla dan Mas nggak mau terlambat."
"Oh, Oke, “ucap blu penuh kekecewaan dan memutar tubuhnya menuju rumah.
Melihat ekspresi wajah dan tubuh blu, Jo tidak tega dan bertanya, “ Blu, Kamu memangnya perlu tanya apa?" Blu memutar tubuhnya menghadap jo." No, It's okay. Aku tanya besok aja, “ucap blu.
Jo langsung bergegas mendekati blu dan menarik bahunya agar kembali menghadapnya."Mas masih ada waktu. Kamu mau tanya apa?" tanya jo selembut mungkin.
"William ngajak aku nge-date besok siang. Aku boleh pergi, Kan?"
"William ini date kamu waktu ke... Pesta tahun baru?” Jo sedikit tersandung ketika mengucapkan kalimat itu karena meskipun sudah beberapa bulan, Topik itu masih sangat sensitip di antara mereka.
Blu mengangguk dan menatap jo dengan penuh harap." Gimana kalau kamu minta William untuk nunggu sampai kamu lulus SMA sebelum ngajak kamu nge-date."
"HAH?! Mas mau aku blow-off William sampai aku lulus SMA? Itu sih sama aja aku nolak dia, “ Teriak blu. "Well, Itu lebih baik lagi. Mas nggak suka cowok yang sudah ngajak adik perempuan Mas ke pesta tanpa seizin mas."
"Itu bukan salah dia."
"I have to disgaree with you on that one. So, Jawaban dari pertanyaan kamu adalah: nggak, Kamu nggak boleh pergi nge-date dengan William besok."
“ Kalau misalkan aku nge-date dengan cowok yang bukan william besok, Apa aku boleh pergi?" "Nope. Kamu masih terlalu kecil. Tunggu sampai kamu lulus SMA. Atau lebih baik lagi sampai kamu lulus kuliah atau bahkan samapi kamu umur tiga puluhan sebelum mulai pacaran."
“ Banyak teman teman aku yang sudah punya pacar, Kenapa aku nggak boleh?"
"Well jelas jelas orangtua temen temen kamu itu nggak tahu seberapa kotornya pikiran cowok. Sebagai laki laki, Mas tahu apa yang ada dipikiran mereka kalu mereka ngajak cewek nge-date dan Mas bukan ngomongin tentang gandeng tangan dan colak colek."
“ Ewww.....grosssss!!!!"
"Yes. Exactly. Itu sebabnya kamu nggak boleh nge-date. Oke?"
“ Aaarrrggghhh!!!" Teriak blu frustasi dan segera memutar tubuhnya lalu meninggalkan jo sambil merungut. "Semuanya nggak boleh. Apa dia pikir aku mau jadi perawan tua?" Kamudian dia menghilang ke dalam rumah.
Jo menatap kepergian blu dengan tampang bersalah, Tapi bukannya mencoba menghentikannya, Dia justru melangkah menuju mobilnya, Menutup pintu dan menghidupkan mesin.
Meskipun dara lega mendengar jo tidak mengizinkan blu kencan dengan William, Tapi dengan tidak memperbolehkan blu berkencan sampai dia lulus SMA atau kuliah adalah ide gila.
Sepertinya meskipun jo sudah mencoba mengakomodasikan kepentingan blu, Masih ada beberapa hal lagi yang dia perlukan pelajari.
Dara mendekati mobil dan mengetuk kaca jendela yang tertutup. Ketika jo menurunkan kaca jendelA, jay-Z langsung menyerang genderang telinganya. Dara menunggu hingga jo menurunkan volume stereonya, Sebelum berbicara. Menyadari bahwa jo tidak akan melakukannya, Dara pun berteriak, “ Bisa kita bicara sebentar?"

Tanpa disangka sangkA, jo hanya menggeleng sebelum mengalihkan persneling mobilnya dari "P" ke “ D". Oh hell no!!! Dara langsung menjulurkan tangannya untuk meraih kunci mobil, Sebelum memutarnya melawan arah jarum jam dan membuat mesin mobil terbatuk sebelum mati.
"What do you think you're doing?"
Dara sedikit meringis mendengar teriakan jo yang terdengar lebih keras tanpa harus balapan dengan suara Jay-Z.
“ Kita perlu bicara, “ Balas dara sambil mengantongi kunci mobil.
“ Kamu tahu nggak kalau apa yang kamu baru lakukan bisa merusak mesin mobil saya?” Jo kelihatan jengkel.
“ Extreme situations requires extreme measure, “ Tandas dara sambil mundur beberapa langkah, Memberikan jo ruang untuk membuka pintu mobilnya.
Jo menggeram sebelum turun dari mobol. Dan selama beberapa detik dara tidak bisa bernapas melihat pergerakan tubuh jo yang sangat predator. Dengan pakaian serbahitam, Jo seharusnya kelihatan seperti pesulap, Tapi warna hitam justru membuat warna rambutnya yang sangat hitam hingga kelihatan agak kebiruan semakin nyata dan menonjolkan tulang tulang wajahnya yang sangat simetris.
Dara harus menahan diri agar tidak mengulurkan jemarinya untuk menyentuh alis jo.yang meskipun kelihatan terlalu feminim untuk ditemuka pada wajah laki laki, Justru membuat wajahnya jadi lebih indah, Bahkan cantik.
Dara, Stop it. What is wrong with you? Kamu akan menikah dengan panji, Sekarang bukan saatnya memikirkan laki laki lain.
“ Give me my kesy."
Geram jo menyadaru dara yang menggelengkan kepalanya untuk memfokuskan pikirannya sebelum berkata, “saya akan balikin kunci mobil setelah kita bicara." Tanpa sangka sangka jo menjulurkan tangannya dan mulai meraba paha kanan dara, Tempat wanita itu mengantongi kunci mobil.


DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 14

No comments:

Post a Comment