Tuesday, October 20, 2015

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 15


Bab 15
ORGANIZED CHAOS

Setelah segala persiapan selama beberapa bulan, Akhirnya hari konser blu datang juga. Tiket sudah habis terjual dan blu kelihatan sudah tidak sabar untuk menyelesaikan konser ini supaya tidak perlu lagi menghabiskan setiap harinya berlatih vokal. Suasana belakang panggung penuh dengan hura hura yang terorganisasi dengan baik. Kru konser yang bisa diidentifikasi dengan pakaian serbahitam dan mengalungkan tanda pengenal bertuliskan " CREM" berlalu laalng dan sibuk berbicara satu sama lain melalui headphone yang tersambung dengan walkie talkie yang digantung pada pinggang mereka.
Blu duduk diruang ganti dengan kostum penuh sambil mendengarkan musik dari iPod, Menunggu hingga
artis pemb uka. Konser selesai. Semua kru sudah keluar dari ruangan semenjak tiga puluh menit yang lalu dan membiarkan blu dan dara berdua saja. Tante poppy sudah menelpon tadi sore untuk mengucapkan dujungannya ketika blu sedang melakukan souncheck, Jadi tidak ada siapa pun yang mengganggu keheningan ruangan itu.
Samar samar dara bisa mendengar entakan musik yang datang dari panggung dan tepukan meriah setiap kali entakan musik berhenti. Sepertinya artis pembuka blu cukup sukses, Meskipun begitu, Mood blu kelihatan sedikit sendu. Dara tidak tahu apakah itu disebabkan oleh demam panggung atau pertemuannya dengan kayla.
Dua jam yang lalu ketika tim make up dan penata rambut sedang mendandani blu, Jo datang untuk memberikan dukungan kepada adiknya sambil menggandeng kayla yang mengenakan tank top berwarna hitam, Jins pensil berwarna biru gelap, Dan sepatu hak paling tinggi yang pernah dilihat dara. Dara tidak tahu bagai mana kayla bisa berjalan dengan sepatu seperti itu.
“ Blu, KenalkaN ini mbak kayla, “ucap jo dan menarik kayla kehadapannya untuk diperkenalkan kepada adiknya.
Mata blu sedikit melebar ketika melihat kayla. Jelas jelas dia merasa tidak nyaman karena ada orang
asing diruang gantinya, Tapi dia tetap mengulurkan tangannya untuk menyalami kayla, Meskipun dia menggunakan alasan bahwa dia sedang didandani sehingga tidak bisa berdiri dari kursinya.
“ Good luck ya, Blu. Apa kamu nervous? What am I talking about, Of course kamu nervous. Mbak juga bakal begitu kalau sampai ada lima ribu pasang mata yang ngeliatin mbak pada saat yang bersamaan. Mbak salut kamu bisa setenang ini. Untung aja mbak kerjanya di studio yang biasanya cuma bisa menampung tiga ratus orang, “ucap kayla, Dengan cepat berusaha terdengar bersahabat.
"Mbak dengar dari Oom danung kalau acara jumpa fans kamu tadi siank heboh banget. Banyak yang sengaja datang dari daerah hanya untuk nonton konser kamu ini. Katanya sampai ada yang nangis segala saking senangnya ketemu kamu, “lanjut kayla.
Blu hanya mengangguk dan tersenyum kaku, Membuat kayla sedikit salah tingkah dan nyerocos lebih panjang lagi.
"Oh ya, mbak denger dari mas jo kalau kamu suka justin Bieber. Mbak juga suka banget sama dia, Meskipun banyak orang bilang dia nggak berbakat sama sekali. Mbak rasa mereka semua cuma jealous sama dia. Nanti pas kamu selesai konser....."
Setelah beberapa menit kayla sepertinya masih tidak berniat untuk berhenti. Blu mengalihkan perhatiannya dari kayla san matanya bertemu dengan dara lewat cermin, Meminta bantuannya. Dara baru saja akan membuka mulutnya ketika Pak danung muncul dan menggiring kayla dan jo keluar ruangan. Jo kelihatan tersinggung karena diusir, Tapi pak danung berkeras dengan mengatakan bahwa blu perlu ketenangan sebelum naik panggung. Jo baru mau meninggalkan ruangan setelah memastikan blu akan baik baik saja.
Tiba tiba dara mendengar ketukan dipintu dan sebelum dara bisa berdiri dari kursinya, Pintu sudah terbuka dan pak danung berkata, "It's show time."


Dengan sistematis blu menarik earphone dari telinganya dan meletakan iPod nya di atas meja rias. Dia lalu menutup mata, Menundukan kepala dan menjalin kedua telapak tangannya di depan dada untuk berdoa. Meskipun pernah melihat rutinitas ini sebelumnya, Tapi dara masih tetap terkesima ketika melihatnya lagi. Setelah menyentuh kening, Dada, Bahu kanan dan bahu kiri untuk membuat tanda salib dengan tangan kananya, Blu membuka matanya dan berkata, “ let's go." Sekali lagi dara terkesima dengan perubahan pada wajah blu dari seorang anak remaja menjadi penyanyi profesional.
Blu meraih tangan dara dan mereka melangkah keluar ruangan. Begitu merek muncul dilorong, Salah satu kru langsung mengucapkan, “ oke, blu is moving, People, “ pada headset nya. Dan sambil diiringi oleh Pak danung, Revel, JO(minus kayla yang kemungkinan besar sudah duduk dikursi VVIP) dan para kru, Mereka berjalan menuju panggung. Suara 5000 orang meneriakkan nama blu berulang ulang terdengar lebih jelas sekarang. Mereka berpapasan dengan artis pembuka blu, Yaitu Bintang, Peain biola solo dengan aliran musik pop rock yang berkata, “ Good luck. Mereka sudah nggak sabar ingin melihat kamu, “ sambil mengacungkan kedua jempolnya. Blu hanya tersenyum sopan dan melanjutkan langkah.
Sejenak kemudian mereka tiba di tepi panggung, Dan Dara meremas tangan blu sambil mengatakan, “ All the best, “sebelum blu diiringi oleh kru panggung ke posisinya dibelakang tirai hitam. Salah satu kru menyematkan receiver pada bagian belakang kostum blu dan kru yang lain meminta blu mengenakan monitor pada telinganya. Seorang kru lagi menyerahkan mikrofon wireless kepadanya. Blu menarik napas ketika suara MC meneriakkan, “ Dan tanpa perlu menunggu lama lama lagi, Kami persembahkan... BLUUU!!!!"
Seiring dengan dentingan suara piano orkestra memainkan lagu pembuka konser, Meledaklah tepuk tangan penonton diluar sana. Tirai terbuka, Wajah blu disinari oleh lampu sorot yang juga menyinari background panggung dengan sinar kuning yang sendu dan koser pun dimulai.
Bagi dara, Dua jam kemudian berlalu cepat, Diisi dengan membantu blu mengganti kostum tiga kali semestara tim make up sibuk memoles wajah blu dengan nuansa make up baru dan penata rambut menata ulang rambut blu agar sesuai kostum. Dara baru bisa mengembuskan napas lega ketika blu kembali ke ruang ganti setelah menyanyikan ekstra dua lagu untuk menghibur penonton yang menginginkan encore.
Jo muncul untuk memeluk blu dengan erat sebelum mengangkat tubuh blu dan memutar mutarnya seakan blu masih berumur lima tahun.
"I am sooo..... Pround of you!" Teriak jo, Lalu mencium kedua pipi blu dengan suara “ Ceplok" yang cukup keras.
Beberapa orang, Termasuk dara hanya bisa terkesima melihat kelakuan jo yang biasanya tidak pernah mau memperlihatkan betapa dia menyanyangi adiknya, Kini mempertontonkannya tanpa malu malu di depan umum.
"Mas suka konsernya?” Tanya blu.
"I love it. Bagus banget. Apalagi lagu kamu yang terakhir waaahhhh....(Terharu deh."
Blu tersenyum lebar menerima pujian ini. Ketika tatapan jo bertemu dengan darA, jo pun tersenyum lebar padanya. Mau tidak mau dara membalas senyuman itu. Jo menghabiskan lima menit lagi untuk ngobrol dengan blu sebelum pamit untuk mengantar kayla pulang. Sementara dara membereskan kostum dan memasukannya kedalam mobil, Blu bersama pak danung dan revel memberikan ucapak terimaa kasih kepada semua orang yang telah memnatu menyukseskan konser tersebut. Mereka baru bisa meninggalkan JHCC sekitar satu jam kemudian setelah kru make up selesai membersihkan wajah blu dari make up tebel yang dikenakannya. Itu sebabnya ketika blu dan dara masuk kedalam rumah jam sudah menunjukkan pukul 12.00. Bi uti menyambut kedatangan mereka dengan rambut sedikit acak acakan dah wajah mengantuk sehingga dara memintanya untuk kembali tidur saja. Dan setelah berbagai argumentasi, Akhirnya bi uti mengalah dan menghilang ke bagian belakang rumah.
“ Kamu sebaiknya langsung mandi, Habis itu tidur. Kamu pasti capek sekali. Untuk aja besok kamu libur sekolah, Jadi kamu nggak perlu bangun pagi. Apa kamu perlu apa apa lagi dari mbak?” Tanya dara.

“ Apa mbak perlu bantuan ngangkat kostum dari mobil?” Dara menggeleng." Besok pagi pagi mbak harus bawa kostum kamu ke dry cleaner, Jadi mendingan nggak usah diturunin, “ Jelas dara.
Pada saat itu jo muncul. Dari rambutnya yang agak basah dan aroma sampo laki laki yang menyerang indra penciumannya, Dara tahu jo baru saja mandi. Ketika tiba dirumah jo beberapa menit yang lalu, Dara agak terkejut ketika menemukan mobil jo digarasi karena dia pikir jo akan keluar semalaman dengan kayla.
Perhatian dara masih terpaku pada jo sehingga di hampir saja jatuh tersungkur ketika blu menyerangnya dengan pelukan. Satu satunya hal yang membuatnya masih bisa berdiri adalah pegangannya pada kusri makan yang cukup berat sehingga bisa menahan tubuh blu. Selama beberapa detik dara hanya terdiam saking terkejutnya, Tapi kemudian membalas pelukan itu. Blu tidak perlu mengatakan apa apa, Tapi dara tahu inilah cara blu untuk mengucapkan terima kasihnya. Setelah blu melepaskan nya, Dara menggenggam kedua bahu blu dan menatap wajahnya yang kelihatan agak terkejut dengan tindakan barusan.
"You're welcome, “ucap dara dan blu tersenyum malu malu sebelum menganggukan dan berjalan menuju kamarnya.
"Nite, Mas, “ucap blu ketika melewati jo, Yang membalas selamat malam itu.
"What was that about?” Tanya jo pada dara ketika dia mendengar pintu kamar blu dibuka kemudian ditutup.
Dara hanya mengangkat bahu dan berkata, “saya pamit dulu, Nggak mau kemalaman dijalan, “ Dan tanpa menunggu balasan dari jo. Dara memutar tubuhnya menuju pintu depan.
Dia baru saja membuka pintu depan ketika mendengar jo berkata, “ Kalau kamu mau tunggu sampai saya pakai sandal, Saya bisa antar kamu pulang."
Kata kata ini membuat dara memutar tubuhnya dan menatap jo yang sedang berjalan menuju rak sepaty. Tangan kanan lelaki itu sudah menggenggam kunci mobil.
"Mas jo mau mengantar saya pulang?” Tanya dara bingung. Selama dia bekerja untuk blu, Tidak pernah sekali pun jo menawarkan untuk mengantarkannya pulang, Tidak peduli jam berapa dia baru bisa pulang. Jo memang menawarinya membawa mobil dinas pulang kalau dia harus pulang malam, Tapi dara tidak mau bertanggung jawab kalau saja terjadi apa apa dengan mobil itu, Karena itu dia tidak pernah menerima tawarannya itu. Dia sudah terbiasa naik taksi yang cukup mudah didapatkan di depan rumah jo, Dan karena penggantian ongkos taksi adalah salah satu keuntungannya yang dia dapatkan dari pekerjaan ini, Dara tidak punya alasan untuk mengeluh.
"Yep, Kasih saya dua menit, “ Balas jo sambil mengenakan sandalnya.
“ Dengan memakai baju tidur?” Tanya dara lagi sambil melarikan matanya pada selana basket warna biru tua dan kaus putih dengan leher "V" yang dikenakan jo.
“ Jangan ngaco! Ini bukan baju tidur saya, “ Balas jo dan mengintari dara untuk membuka pintu depan.
Melihat bahwa jo betul betul serius akan mengantarnya pulang. Dara tersadar kembali. "Nggak usah repot repot. Saya bisa pulang sendiri ko. Lagian sudah malam, “ Tolak dara. "Itu sebabnya kenapa saya mau mengantar kamu pulang, “ Tandas jo sambil melambaikan tangan, Mempersilahkan dara keluar duluan.
"You really don't have to do this."
“ Dara, Bisa nggak sih kamu nurutin apa kata saya untuk satu kali ini aja tanpa berdebat dengan saya?" Dara sebetulnya masih ingin membantah, Tapii melihat ekspresiputus asa pada wajah jo, Dia menahan diri dan memutuskan untuk melayani keinginan jo untuk malam.... mmm... Pagi ini saja.
Selama sepuluh menit dara terdiam diri, Membiarkan jo berkonsentrasi untuk memanuver mobil. Meskipun tidak ada kemacetan, Masih banyak mobil berlalu lalang. Di dalam mobil cukup gelap, Tapi lampu dasbor memberikan cukup penyinaran sehingga dara bisa melihat wajah jo dengan cukup jelas. Laki laki itu kelihatan waspada memperhatikan lalu lintas disekitarnya, Memastikan bahwa mobilnya memberikan cukup jarak dari motor dan mobil lain. Sesuatu yang cukup sulit dilakukan mengingat ukuran SUV nya. Tanpa disadarinya, Dara mulai mengambil inventori kaki laki yang duduk disebelahnya ini. Dia selalu suka memperhatikan laki laki yang sedang nyetir karena menurutnya ada sesuatu yang seksi dengan postur tubuh mereka yang menyandar santai pada kursi, Tangan kanan yang menggengam setir, Dan tangan kiri yang beristirahat pada perseling. Dan jo tidak terkecuali. Pada saat itu jo mengulurkan tangan untuk menghidupkan radio dan dara bisa melihat tato salib bermotif gothic di lengan kirinya. Dan sebelum bisa menahan diri, Tangan dara sudah menyentuh tato tersebut.
Jo tidak bisa bernapas ketika merasakan sentuhan jemari tangan dara yang lembut pada lengannya. Dia tidah tahu apa yang membuat dara berani menyentuhnya, Tapi ketika dara perlahan menarik garis dari pergelangan tangan hingga sikunya dan kembali ke jari telunjuknyA, jo tidak lagi peduli akan alasannya. Yang dia inginkan adalah agar dara tidak berhenti. Selama beberapa detik jo mencoba mengatur napasnya.
Dia mencuri pandang kearah dara untuk melihat apakah wanita itu memang sengaja melakukannya dan mendapati perhatian dara terpaku pada tatonya. Mata dara kelihatan agak sedikit tidak fokus, Seakan terpesona. Meskipun lengannya mulai terasa tidak nyaman karena menggantung diudarA, jo tidak berani menggerakkannya. Dai seharusnya tidak menawarkan diri untuk mengantarnya. Yang jelas ketika dia melihat dara berada dirumahnya beberapa menit yang lalu dengan penampilannya yang sedikit acak acakan dan wajah lelah tanpa make up karena sudah kerja ekstra untuk memastikan blu terjaga dengan baik, Jo merasa suatu dorongan untuk menjaga dara.
Tapi kini untuk duduk disebelahnya dengan jarak hanya kurang dari setengah meter, Jo tahu ini bukan ide terbaik.
“ Do you like it?” Tanya jo pelan.
Dara menarik perhatiannya dari tato jo dan menatapnya seakan dia mendengar jo berbicara tapi tidak memahami kata kata yang didengarnya.
“ Apa kamu suka tato saya?” Jo mengulang pertanyaannya. Dan seperti baru sadar akan apa yang dia sedang lakukan dara menarik napas terkejut, Matanya terbelak, Wajahnya memerah dan langsung menarik jemarinya. Dalam hati jo menyumpah. Kenapa juga dia harus membuka mulutnya?
"I'm sorry. Saya nggak... Maksud saya......" Terbata bata dara mencoba memalingkan tindakannya, Tapi
tidak bisa. Dia kelihatan panik dan memalingkan wajahnya kedepan agar tidak lagi menatap jo. Kemudian dengan suara pelan dia berkata, “ I'm sorry.
Suasana didalam mobil terasa kaku karena jelas jelas dara kini kelihatan tidak nyaman berada didalam mobil bersama jo. Dan jo memutar otaknya untuk menghapus dara dari rasa bersalah. “ Kamu suka tato salib saya?” Jo mengulang pertanyaannya untuk yang ketiga kalinya.
Dia tidak tahu kenapa, Tapi dia betul betul ingin tahu pendapat dara tentang tatonya. Dara menutup matanya selama beberapa detik dan jo berfikir dara akan menolak menjawab pertanyaan itu, Tapi kemudian dia melihat dara mengangguk. Dan jo mengomeli dirinya sendiri ketika menyadari pengakuan itu telah membuat hatinya sedikit berbunga bunga.
Aksi mengomel dalam hati jo terputus oleh kata kata dara selanjutnya."Itu ditato di mana?"
Itu adalah kata kata terakhir yang dipikirkan jo akan keluar dari mulut dara, Karena itu dia sedikit terbata bata ketika menjawabnya.
"Mmm.... Dijerman... Di Berlin tepatnya. Setelah saya wisuda."
Dari sudut matanya jo melihat dara masih menolak mentapanya, Tapi wanita itu menganggukan kepala sebelum bertanya lagi.
“ Kenapa memilih salib?"
"Untuk selalu ingat bahwa hidup kita ditangan tuhan, Dan apa pun yang kita lakukan tidak akan sekses tanpa seizinnya."
Dara langsung menoleh mendengar penjelasan ini. Matanya melebar seakan terkejut dan tidak percaya oleh pengakuan jo.
“ Kenapa kamu kelihatan kaget?"
Dara menggelengkan kepala, Dan bukannya menjawab pertanyaan itu dia justru bertanya lagi." Kalau jangkar yang dilengan kanan, Maksudnya apa?"
Kini dara berani menatapnya ketika bertanya. Biasanya jo merasa agak risi menjawab pertanyaaan seperti ini, Yang menurutnya bersifat privat. Hanya ada segelintir orang yang tahu bahwa tato ditubuhnya bukan


hanya sekedar tato, Tapi itu adalah sebagian dari dirinya. Seperti autobiografi yang ditumpahkan melalui simbol simbol yang sicap dikulit, Bukannya ditulis diselembar kertas. Intinya, tato tao itu menceritakan siapa dirinya. Segala etika dan nilai nilai hidup yang dia percayai dan ikuti sengaja ditato ditubuhnya, suapay dia tidak akan pernha melupakannya itu. Dia sama sekali tidak pernah berfikir akan membuka dirinya pada dara, Tapi dia mendapati dirinya memberikan penjelasan.
"Untuk mengingat saya supaya selalu menyentuh bumi, “ Jelasnya. "Yang itu juga ditato di Berlin?"
"Nggak, Yang itu ditato waktu saya pergi berlibur ke Amsterdam, Tahun kedua saya kuliah." "Sakit nggak waktu ditato?"
"Lumayan, Tapi nggak sesakit waktu saya nato bagian tubuh saya yang lain, “ucap jo.
Mata dara langsung melebar, Dan jo tahu dara sudah mendengar gosip tentang lokasi tato tapal kudanya. Dia tidak tahu bagaimana gosip itu bisa muncul. Pertama, dia bahkan tidak punya tato tapal kuda dimana pun. Kedua, kalaupun dia memiliki tato tapal kuda, dia tidak akan menatonya diarea itu. Bukan saja karena tidak ada cukup kulit untuk bisa menato tapal kuda dengan sempurna, tapi juga karena dia tidak cukup masochistic untuk menato area yang sangat sensitif. Seperti itu.
Mencoba mengalihkan perhatian dara dari tatonya, jo bertanya, “ kenapa kamu tanya tanya? Memangnya kamu mau ditato?"
Sebelum menjawab pertanyaan jo, Dara menarik karet yang mengikat rambutnya dan rambutnya yang panjang langsung tergerai, Menyebarkan aroma lily didalam mobil. Jo mencoba tidak bernapas untuk mengontrol reaksi tubuhnya akan aroma itu.
“ Dulu saya memang penasaran dengan tato. Bahkan sempat berfikir mau bikin tato mawar dipunggung bagian bawah saya, Tapi kemudian nggak jadi. Saya nggak yakin saya bisa tahan sakitnya."
Dan ketika mendengar kata kata darA, jo menyerahkan untuk mencoba membersihkan kepalanya dari memikirkan yang tidak tidak tentang dara. Bayangan tato mawar dikulit dara yang kuning langsat hampir membuatnya kehilangan akan sehat. Dia harus mengeratkan tangannya pada setir untuk mencegahnya melakukan hal hal yang akan disesali kemudian.
“ Dan sekarang.... Panji akan memarahi saya kalau sampai saya punya tato."
"Panji tunangan kamu itu?” Tanya jo dengan nada agak sinis.
Dan tidak ada hal lain yang ingin dia lakukan selain menonjok panji ketika mendengar dara mengucapkan namanya. Jo terkejut sendiri dengan ganasnya perasaan itu. Untungnya dara yang sedang mengangguk sepertinya tidak menyadarinya. Untuk mencegahnya membedah lebih lanjut kenapa dia merasa seperti itu, Jo mencari topik baru.
“ Apa besok kamu ada hal hal yang perlu dikerjakan selain membawa kostum blu ke dry cleaning?" Oke, Kostum blu sepertinya topik yang cukup aman, Ujar jo dalam hati.
"Maksudnya nanti?" "Hah?” Tanya jo bingung.
"Sekarang sudah hampir jam satu pagi, Jadi kayaknya lebih tepat kalau disebut nanti, “ Jelas dara sambil menunjukan jam digital yang ada didasbor.
Tatapan jo jatuh pada jam itu dan sebuah senyuman muncul disudut bibirnya. Dia kemudian berkata, “ Oke, Pertanyaan saya koreksi. Apa nanti kamu ada hal hal yang perlu dikerjakan selain membawa kostum blu ke dry cleaning?” Dia sengaja menekankan kata"nanti" pada pertanyaannya itu.
Dara tertawa dan membalas, " Nope. Just that."
“ Kalau gitu kamu bisa melakukan itu hari senin ajA, jadi besok kamu bisa ambil cuti." Mm, Tapi kostum blu masih ada didalam mobil, Saya nggak turunin."
"Nggak apa apa. Bi uti bisa turunin dari mobil dan menyimpan dikamar blu sampai hari senin." "Really?"
"Really, Really, “ Balas jo dan terdengar seperti keledai di film shrek dan satu detik kemudian tawa mereka meledak.


DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 16

No comments:

Post a Comment