Thursday, October 15, 2015

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 6



Bab 6
HATE MAIL

Ketika dara bertanya kepada pak danung tentang kesalah pahaman pada jadwal blu, Beliau langsung minta maaf karena lupa memberitahu dara atas perubahan itu. Tapi dia memastikan untuk selanjutnya jadwal latihan blu tetap pada jam 16.00.
Dara kemudian bertanya di manakah dia harus meletakan kostum blu, Dan pak danung mengajaknya naik ke lantai atas, Tempat area kolam renang dapat ditemukan, Untuk beberapa menit dara hanya bisa melongo melihat area ini. Semua orang selalu bilang bahwa Revel berasal dari keluarga kaya, Tapi dara tidak menyangka artis itu akan mampu memiliki rumah semewah ini. Tanpa kelihatan terpengaruh oleh keadaan sekitarnya, Pak danung berjalan ke arah kanan, Menuju pintu di ujung,
Beliau membuka pintu dan dara mendapati dirinya berada di dalam kamar tidur terluas dan ternyata yang pernah di lihatnya.Ukurannya mungkin lima kali lipat kamar tidurnya di rumah. Satu tempat tidur ukuran Queen menghiasi area tengah kamari itu.Di sebelah kiri dekat jendela dara menemukan meja kerja antik dan set sofa yang nyaman.Dinding sebelah kanan ditutupi sepenuhnya oleh lemari pakaian superbesar.Di depannya ada beberapa gantungan baju terbuat dari besi dengan roda, Yang bisa ditemukan di departement store. Aroma lavender yang menenangkan menyerang indra penciumannya.
“ Kita bisa pakai kamar ini untuk fitting, Karena revel juga ngga pernah menggunakannya."
Dara hanya bisa mengangguk, Tidak mengerti bagai mana orang bisa memiliki kamar tidur senyaman ini dan tidak pernah menggunakannya.
Setelah memastikan Dara memiliki segala sesuatu yang dia perlukan, Pak danung membiarkan gadis itu melakukan pekerjaannya. Dan sementara menunggu hingga Blu selesai latihan vokal, Secara sistematis dara mulai memindahkan kostum blu dari mobil ke kamar itu. Atsa perintah pak danung, Dua orang OB datang untuk membantu dara melakukanya.
"Mas hati hati megangnya yA, jangan sampai kusut.Dan dipegang agak tinggi, Jangan samapi bagian bawahnya kena lantai, Nanti kotor, “pinta dara.
Dua OB itu mengangguk dan dengan hati hati membawa semua kostum blu ke dalam. dara sedang menumpukan beberapa boks sepatu agar lebih mudah untuk dibawa ketika mendengar suara gonggongan anjing, Yang diikuti oleh suara kekacauan daari dalam rumah.
Oh no. Boks sepatu terabaikan, Dara langsung cabut lari masuk ke rumah, Dalam hati dia berdoa mudah mudahan kostum Blu masih bisa terselamatkan. Apa pun yang diharapkan dara tidak bisa menandingi apa yang dia lihat ketika masuk ke dalam. Ketua OB yang membantunya tadi sedang berdiri di atas kursi
sambil memegangi kostum blu setingi tingginya, Mencoba menjauhkan dari serangan goldie, Yang mungkin berfikir kedua OB itu sedang mangajaknya bermain dan menggonggong dengan senangnya sambil meloncat loncat untuk meraih targetnya.
“ Goldie!!!"Suara teriakan sita yang nyaring membuat goldie berhenti menggonggong dan loncat loncat untuk beberapa detik. Tapi keyika menyadari sita tidak akan melakukan apa apa kepadanya, Dia melanjutkan aksinya.
Sita kemudian meminta salah satu pegawai MRAM untuk memanggil jo. Ketika muncul, Jo hanya perlu menggeramkan nama goldie untuk membuat anjing itu terdiam dan dengan buntut lunglai berjalan menuju jo yang segera memegangi callor nya.
“ Jo, Dari tadi kan gue udah bilang supaya goldie dipakaiin leash...."
“ Dia udah gue pakaiin leash kok, Tapi kayanya dia ngegigit leash nya samapai putus, “potong jo sambil menunjukan leash kulit yang tinggal sepotong itu.
“ Anjing segede Gaban gitu mungkin mendingan dirantai aja deh." "Wah, Itu sama sekali ngga berperikemanusiaan, “ Bantah jo tersinggung. “ Ji, Goldie itu anjing, Bukan manusia."


"Ya kalau begitu tidak berperikeanjinganlah, “lanjut jo tanpa berkedip.
Dara menggigit lidah, Agar tidak tertawa terbahak bahak atas humor jo yang garing itu.
Sita menggeram dan berkata, “Whtaever deh. Tapi bisa tolong lo bawa goldie sama sama elo, Supaya dia ngga ganggu orang kerja supaya junet dan marwan bisa turun dari kusri?"
Sepertinya baru sadar bahwa ada dua OB yang sedang berdiri di atas kursi, Jo bertanya, “lo pada kenapa berdiri di atas kursi?"
Sita memutar bola matanya sambil melambaikan tangan, Meminta para OB untuk turun dari kursi dan segera lari ke lantai atas dengan harta benda Blu.
Sambil menunggu junet dan marwan, Dara menguping sita dan jo mengolok olok satu sama lain.
"Sumpah de, Jo gue ngga pernah ngeliat goldie retiever sebegini ngga bisa diaturnya.lo kenapa juga sih mau maunya mengadopsi dia?"Ucap sita.
Jo langsung menutupi kedua telinga goldie dengan telapak tangannya sebelum berbisik, “Sssst, Goldie ngga tau kalau dia diadopsi, Oke."
“ Jo, Lo ngapain nutupin kuping goldie?she's a dog, Dia ngga ngerti apa yang sedang kita bicarakan."
"Lo tau kan kalau goldie reteiever itu lebih pintar dibandingkan anging jenis lain? Nah, Goldie ini bahkan lebih pintar lagi diantara para goldie reteiver, Percya sama gue, Dia tahu kita sedang ngomongin dia." “ Are you nuts?” Teriak sita.
Dara tersenyum ketika sita menyuarakan apa yang ada di kepalanya. Siapa sangka drummer kawakan Indonesia ini ternyata setengah gila. Dara melirik ke sekelilingnya untuk memastikan para pegawai MRAM yang lain setuju dengan pendapatnya ini, tapi mereka semua sepertinya terlalu sibuk dengan pekerjaan masing masing sehingga tidak memedulikan sita dan jo.
Dara melihat jo menggeleng dengan serius sebelum sita berkata, “ Jadi lo kasih penjelasan apa ke goldie kenapa dia tinggal sama elo?"
“ Gue bilang ownernya sedang pergi berlibur."
“ Jo, Goldie sudah tinggal sama elo selama enam bulan lebih, I thinky by now dia tau kalau ownernya udah menelantarkan dia."
“ Dear God woman. Apa lo ngga punya sisi kewanitaan yang lembut?lo bisa bikin goldie trauma dengan kata kata lo itu, tau."
Sebelum dara jadi semakin pusing dengan arah pembicaraan jo dan sitA, junet dan marwan muncul dan mereka pun mengambil sisa perlengkapan kostum yang masih tertinggal di mobil.
Setelah selesai memindahkan kostum blu, Dara meng update halaman facebook dan Twitter blu. Dia lalu membalas pertanyaan pertanyaan dan dukungan yang berhamburan masuk setelah status update itu. Setelah semuanya selesai, Merasa sedikit penasaran, Dara meng Goggle nama blu untuk melihat komentar apa saja yang berkeliaran di dunia maya tentang bosnya itu.
Dara membaca satu komentar yang terdengar cukup mendukung pada sebuah chat room yang ditemukan.
Gw suka bgt sama blu, Suaranya mirip charlotte chursh, Can't wait to go her concert.
Jenny di Jakarta Merasa positif dengan komentar ini, Dara memutuskan untuk membacanya beberapa komentar selanjutnya.
Blu memang betul2 berbakat, Gak salah Revelino Darbby udah investasi ke dia. Ryan di kakarta Suara blu selalu bikin hati w tenang.Mulai dai ave Maria sampe Vide Cor Meum. Kasih waktu dia bbrp tahun lagi dan gw yakin dia bisa go international.Go, Blu.
Melly di Medan
Anak ku suka banget sama Blu dan aku juga jadi suka sama dia, Meskipun sering gak ngerti apa yang dia nyanyiin, Mungkin ke depannya blu bisa mulai nyanyiin lagi indonesia.
Tetty di Yogyakarta
Dara masih tersenyum samapi dia membaca kontar komentar negatif tentang blu.
Oh, Plis deh, Satu2nya alasan knp album blu bisa laku adalah krn sia itu dari keluarga Brawijaya, ada KKN nya. Coba kalo dia berdiri sendiri, Ga ada org yg mau beli albumnya. Nia di Jakarta
Gw sebel bgt liat gaya blu yg sok sophisticated klo lago di TV. Tolong deh, Blu, Suara lo tuh terlalu pas pasan untuk nyanyi opera.
Lima belas menit kemudia dara harus menutup wbsite yang dibukannya karena nyaris mengalami depresi berat setelah membaca komentar komentar yang betul betul bisa membuat blu nangis tersendu sendu kalau sampai membacanya.
"Halo, Mbak."
Suara ceria blu membuat dara hampir meloncat dari kusrinya.Untung saja layar kompuetnya sedang mempertontonkan halaman facebook blu, Bukan halaman web bejat yang bisanya memaki maki orang, Blu kelihatan lelah, Tapi tetap tersenyum.
Andai saja semua orang yang membencinya tahu kerja keras blu, Mungkin mereka tidak akan meremehkannya.
"Setelah selesai latihan vokalnya?" Tanya dara dengan nada yang terlalu ceria. Blu mengangguk.
"Oke, Kalau gitu kita fitting kostum konser kamu dulu yuk, “ Ajak dara sambil berjalan menuju lantai atas. "Omong omong, Bisa tolong kamu ceritaan ke Mbak tentang konser kamu ini?Mbak cuma tau konser kamu akan diadakan di JHCC tanggal 15 februari dari jam 20.00 sampai 22.00. Apa ada tema tertentu?soalnya Mbak lihat kostumnya bergaya Helen og Troy semua."
Blu tersenyum malu malu sebelum menjawab, “ Aku aelalu suka pakaian wanita yunani era itu.Dan mama, Oom danung dan mas Revel setuju bahwa musikku cocok dengan tema itu."
“ Aaah, “ucap dara penuh pengertian.
Begitu mereka memasuki kamar, Dara langsung mengunci pintu sebelum blu menanggalkan seragam sekolahnya tanpa malu malu.Untung saja pak danung sudah menyiapkan beberapa cermin panjang yang ditata berbentuk segi empat terbukA, jadi blu bisa melihat kostumnya hampir dari semua sisi.dara membuka catatan yang diberikan oleh desainer kostum blu tentang deretan pemakaian kostum itu. "Oke, Kata mas iwan, Kita harus mulai dari yang warna kuning neon, kemudian biru cerulean, Merah darah dan ditutup dengan putih, Ada beberapa pilihan desain untuk setiap warna itu."
Dan selama setengah jam ke depan mereka mencoba setiap kostum dan aksesorinya, Mencari empat kostum yang paling nyaman untuk dikenakan blu pada saat konser. Selama melakukan fitting, Blu menceritakan konsep konsernya kepada dara .Pada dasarnya back drop panggung akan ditata
menyerupai kota Troya. Set panggung sendiri akan bergantian empat kali, Mengikuti pergantian kostum blu. Dara agak sedikit kikuk dengan proses fitting kostum ini, Karena biasanya kalau artis artisnya terdahulu akan manggung, Desainernya sendiri akan datang ke rumah untuk melakukanya. Tapi mas iwan yakin ukuran kostumnya sudah pas dan dia tidak perlu datang untuk melakukan pengukuran ulang.
Ketika blu sedang mencoba kostum yang terkahir, Tiba tiba terdengar suara ketukan. “ Blu, Kamu ada di dalam?” Terdengar suara jo dari balik daun pintu. "Ya, Mas. Sebentar, Lagi nyobain kostum, “ Teriak blu.
Keheningan menyambut mereka, Dan Dara pikir Jo sudah pergi ketika dia mendengar suara nya lagi. "Mas boleh lihat ngga?” Teriak jo.
Dara melirik keatas. Dari posisinya yang sedang berlutut untuk memastika bagian bawah gaun yang dikenakan blu cukup panjang hingga menutupi sepatu hak tingginya, Tapi tidak terlalu panjang hingga akan mengakibatkan blu tersandung kalau sedang berjalan. Blu kelihatan lebih memilih dipotong lehernya daripada membiarkan kakaknya melihatnya berpakaian seperti ini, Tapi akhirnya dia berteriak, “Oke, Sebentar."
Dara bangun dari posisinya untuk membuka kunci pintu dan memperbolehkan jo masuk. Blu kelihatan cantik dan lebih dewasa mengunakan kostum dengan potongan yang sangat sesuai dengan bentuk tubuhnya.Warna putih kostum yang terbuat dari tulle tersebut membuatnya kelihatan seperti Athena, Dewi Perang Yunani. Hanya dengan sedikit sentuhan make up dan hair stylist, Blu tidak kalah dengan artis muda Hollywoos.Di antara semua kostum yang sudah dicoba, Dara paling suka yang ini.
Dan sepertinya begitu pula dengan jo, Karena dia langsung manrik napas ketika melihat Blu. "Wow, “ucap jo.
“ Bagus, Mas?” Tanya blu malu malu.wajah blu sudah seperti tomat, Dan semakin memerah ketika Revel dan
Pak danung ikut masuk ke dalam kamar untuk melihat blu.
“ Beautiful, “ucap pak danung sambil tersenyum senang.” Kita harus ambil foto untuk ditunjukan ke
Poppy, “lanjutnya dan bergegas keluar dari kamar, Kemudian untuk mencari kamera digital.
"Ini kostum penutup, Kan?” Tanya revel sambil mendekat untuk memeriksa kalung yang dikenakan blu. "Wow, Kamu kelihatan,,,,,, Dewas, “ucap jo masih dengan wajah terkesima.
"Rev, Ingetin gue untuk minta diskon ke iwan untuk baju yang ini.Desainer gila mana yang bikin kostum setengah jadi kayak begitu."
Meledaklah tawa revel dan pak danung."Rev, Potongan baju itu memang seperti itu, Untuk menunjukkan beberapa seksinya punggung seseorang perempuan, “ Jelas Revel.
"Memangnya adik gue geisha apa sampai perlu mempertontonkan punggungnya segala?Awas aja si iwan, Gu akan bilang ke Poppy untuk ngga pakai dia lagi, “ Gerutut jo.
"Ini bukan salah Oom iwan, Mas.itu desainnya sudah di setujui oleh mama, “ Blu mencoba membela
desainer kostumnya,
"Well, I guess mas haru bicara dengan mama kamu tentang itu, “ Cuap jo dan meletakkan kostum berwarna biru yang tadi dipeganginya kembali ke rak.
Blu memandangi kakaknya sambil menyeritkan dahi dan bertolak pinggang.dia sepertinya siap ngomel sebentar lagi.
Mencoba untuk mencegah adanya pertengkaran di antara blu dan jo, Revel berkata, “oke .....'Ayanya kita mending keluar sekarang, Jadi blu bisa ganti pakaian.” Dan denga paksa dia mendorong jo keluar dari kamar.
"Mas tunggu kamu diruang makan untuk makan malam Cepatan ya, “ucap jo sambil berjalan keluar dari kamar, Diikuti oleh pak danung.Meninggalkan dara dan blu berdua saja.
say soryy yang kata kata
"Rev, Ingetin gue untuk minta dikosan ke iwan Itu harusnya kata kata terakhir, jadi disimen di baian terakhirnya, Aku kirim yang harusnya sebelum itu nya
Dara mengiyakan pertanyaan Revel sambil mencoba tidak tertawa melihat reaksi jo.Pada detik itu pak danung muncul kembali dengan kamera digital ditangan.
"Oke, coba sekarang pese untuk kamera, Blu. Say cheese, “ucap pak danung dan blitz pun menyala berkali kali karena pak danung mencoba mengambil foto blu dari semua sisi.
Pak danung segera menujukan foto itu kepada Revel dan jo yang mengomentari bahwa kostum itu bahkan kelihata lebih cantik lagi kalau difoto.Merasa risi, Blu berkata, "Oke, Sirkusnya sudah selesai, Bisa tolong semuanya keluar, Jadi Mbak dara bisa bantuin aku ganti pakaian?"
"Yah, Kostum yang lainnya mana?Kok mas cuma bisa lihat satu?protes jo.
"Yang lainnya sudah dicoba dan sudah diputuskan.Mas jo bisa lihat nanti waktu aku konser, “ balas blu sambil berusaha melepaskan kait kalung yang dikenakannya.
“ Jadi kamu milih kostum yanh mana aja?” Tanya pak danung yang setelah menyerahkan kamera yang dipegangnya kepada Revel, Berjalan menuju dara.
Dara segera menunjukan set kostum yang dipilih oleh blu dan pak danung mengangguk setuju akan semua pilihan itu.
“ Kostum yang ini gimana cara pakainya sih?" Tanya jo yang kini memegang salah satu gaun berwarna biru di depan tubuhnya.
"Itu bare back mas, Dan talinya itu mengaitkan bagian lekanga dengan bagian depan secara menyilang, “ Jelas blu sambil menunjukan cara menggunakannya kepada jo yang kelihatan bingung setengah mati.
“ Kenapa lo tanya tanya , Jo? memangnya lo mau pakai dress itu sambil main drum?"Ledek Revel. “ Kiss my a,,, Ankle” Geram jo.
Dara menghargai usaha jo untuk tidak menyumpah didepan bluntapi sepertinya Revel sedang ingin mengejek jo hari ini.
"You were about to say'ass,'did you?"Ucap revel dan meledaklah tawa blu.
Dari wajahnya, Dara tahu jo sama sekali tidak menghargai candaan Revel ini, Dan melanjutkan sesi tanya jawabnya.
“ Gimana kamu bisa pakai bra kalau belakangnya terbuka seperti itu?"
"Pakai bra tempel, “ dara mencoba menyelamatkan blu yang mulai kelihatan tidak nyaman dengan ekspresi wajah jo yang jelas jelas lebih memilih membakar kostum itu daripada melihatnya menempel ditubuh adiknya.
"You're not wearning this, Are you?" Jo menatap blu tajam, Seakan mencoba mengatakan bahwa dia tidak suka tanpa perlu mengucapkannya.
"No, She's not, “ ucap dara.
Dara memutuskan bahwa potongan kostum tersebut terlihat terlalu dewasa untuk dikenakan anak ABG, Dan atas persetujuan blu, Dara menyingkirkan kostum itu untuk dikenakan pada konser konser selanjutnya setelah blu setidak tidaknya berumur 18 tahun.


No comments:

Post a Comment