Tuesday, October 20, 2015

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 17



Bab 17
SCRABBLE

Selama beberapa hari setelah kejadian itu menghindari jo. Dan untuk menunjukan bahwa dia juga bisa menjaga jarak dengan darA, jo mengonfirmasikan kepada media tentang hubungannya dengan kayla.
Ini seharusnya membuat dara lega, Tapi yang ada dia justru merasa agak depresi. Dara menolak menganalisi perasaan ini lebih dalam karena takut akan apa yang dia harus hadapi. Meskipun begitu,, Ini tidak menghentikannya dari bertanya tanya apa kayla tahu bahwa jo sudah menciumnya? Kemungkinan besar tidak, Karena dia sendiri menyimpan rahasia ini dari panji.
Seakan belum cukup pusing memikirkan perasaannya terhadap jo, Dara harus berusaha dengan panji yang sudah ngambek kuadrat.
“ Ji, Kenapa sih kamu bertingkah laku seperti ini?" Tanya dara melalui telepon ketika panji sekali lagi menolak untuk bertemu dengannya padahal kejadian jo mengantarkannya pulang.... Dan menciumnya sudah dua minggu yang lalu.
“ Karena aku nggak suka kamu dekat dekat dengan orang. Kurang bermoral seperti jo brawijaya. Oke ? Kamu tahu nggak berapa banyak permempuan yang hatinya hancur berkeping keping gara gara dia?” Teriak panji.
“ Jadi menurut kamu aku akan jadi satu lagi korban daya tarik jo yang selangit itu? You know me better than that." Dara mencoba menenangkan meskipun dalam hati dia tahu ketakutan panji ada benarnya. “ Jadi kamu setuju bahwa jo punya daya tarik?"
“ Ji, Seluruh indonesia juga tahu tentang daya tarik jo yang selangit, Tapi bukan berarti aku akan terpengaruh dengannya.
Aku mohon kamu percaya sama aku."
“ Aku percaya sama kamu, Ra. Jo lah yang aku nggak bisa percaya untuk nggak ngapa ngapain kamu." Kata kaya panji membuat dara meringis. Rasa bersalah menyelimuti karena didalam lubuk hatinya yang paling dalam dia tahu bahwa kemungkinan besar bukan jo yang harus dikhawatirkan panji, Tapi tunangannya sendiri. Sudah berkali kali dia mencoba menyakinkan dirinya bahwa ciuman itu tidak berarti apa apA, jadi kenapa dia tidak bisa menghapus ciuman itu dan kata kata setra ekspresi pada wajah jo setelahnya. Dari pikirannya?
Usaha dara menghindari jo berjalan dengan baik sehingga suatu Rabu pagi, Sekembalinya dara dari mengantar blu disekolah. Dara menyadari Goldie tidak menyambutnya dengan rutinitas gonggongan dan kejar kejarannya, Mencoba untuk menjilatinya setiap kali melihatnya.
“ Goldie kemana , Bi?"
Bi uti yang sepertinya baru sadar goldie belum menunjukan hidungnya kelihatan berfikir sejenak sebelum berkata, “ EH iya, Kemana ya? Biasanya jam segini udah ribut minta makan."
Khawatir bahwa sesuatu sudah terjadi pada goldie, Dara memnita bi uti untuk mencarinya. Dia tidak tahu kenapa dia bersusah payah melakukan ini untuk seekor anjing yang melihatnya sebagai bahan olak olakan. Sepertinya tanpa dia sadari dia sudah mulai peduli pada anjing iblis satu itu.
"Mbak dara, goldie ada dikamar mas jo. Kayaknya sakit, Soalnya nggak bangun, “ laporan bi uti tida puluh menit kemudian.
Dara langsung mengikuti bi uti ke area rumah yang tidak pernah dikunjunginya sebelum ini dan harus mencegah dirinya agar tidak melongo ketika melangkahkan kakinya kekamar tidur jo. Siapa sangka bahwa seorang drummer bisa memiliki citra rasa tinggi seperti ini? Selama ini dara menyangka kamar tidur jo akan kelihatan seperti rumah bordil, Dengan kaca diatas tempat tidur, Seprai yang terbuat dari sutra berwarna merah, Dan munfkin satu atau dua poster cewek telanjang menempel didinding. Kata kata "steril" dan “ Berkelas" sama sekali tidak pernah melintas dikepala dara, Tapi itulah yang dia temui.
Samar samar dara bisa menciumaroma apel dan kayu manis. Aroma colegne jo, Yang dara yakin sudah menepel disetiap permukaan yang bersentuhan dengan jo. Kamar itu bernuansa serba hitam, Mulai dari lantai seperti papan catur yang ditutupi permadani kulit banteng berwarna hitam, Lemari berlaci warna hitam dengan cermin diatasnya, Sofa berwarna putih dekat jendela, Hingga tempat tidur tinggi berukuran king dengan seprai, Sarung bantal, Dan selimut berwarna putih.
Melihat tempat tidur jo yang kelihatan sangat nyaman membuat dara membayangkan jo tidur diatasnya. Apa jo biasanya tidur telanjang, Tengkurep, Atau menyamping? Apa dia suka tidur dalam gelap atau dengan lampu malam menyala? Dara harus menggelengkan kepalanya untuk menghentikan pikirannya yang sudah merajalela itu. Pada saat itu matanya jatuh pada goldie yang terbaring di badcover dengan sedikit lemas. Dara bergegas mendekatinya, Dan setelah berdebat dengan diri sendiri selama beberapa detik, Dara memutuskan naik ketempat tidur agar bisa menyentuhnya.
"Hei, goldie, Are you sick?" Tanya dara sambil perlahan lahan membelai kepala goldie. Untuk pertama kalinya goldie hanya berdiam diri dan tidak menyerangnya.
Dara tahu dari hari, Salah satu mantan pacarnya yang memiliki beberapa ekor anjing bahwa kalau anjing sedang sakit, Hidungnya pasti kering. Menemukan hidung goldie memang kering, Dara segera menekan nomor HP jo yang hari ini sedang ada shooting iklan di bandung dan baru akan pulang nanti malam. Perasaannya campur aduk. Menunggu nada sambung. Dalam hati dara berharap jo akan mengangkat, Jadi jo bisa memberitahukan bagaimana cara membantu goldie, Tapi dara juga berharap jo tidak mengangkat, Karena dia bisa menghindari harus berbicara dengan jo. Setelah beberapa kali mencoba dan HP jo masih berada siluar jangkauan, Dara mendesah lega.
“ Bi, Apa mas jo punya dokter hewan untuk goldie?” Tanya dara.
"Wah, Bibi nggak tahu juga. Mesti tanya ade, “ucap bi uti dengan wajah sedikit bersalah.
Dara mempertimbangkan menelpon blu untuk menanyakan hal itu, Tapi dia tahu hp blu selalu dimatikan kalau sedang sekolah. Dia bisa saja menelpin sekolah blu, Tapi tindakan seperti itu terlalu ekstrem. Memutuskan untuk bertindak, Dara segera meminta bi uti mengambilkan satu tablet panadol, Menggerusnya hingga halus dan mencampurkannya denga susu hangat. Dia kemudian mencoba merayu goldie untuk meminumnya sampai habis dan berdoa dalam hati bahwa trik ini bisa menyembuhkan goldie. Dara tidak tahu bagaimana goldie bisa menurut padanya hari ini, Tapi dia bersyukur untuk itu.
Goldie tidur kembali setelah minum obaT, Dan beberapa jam kemudian ketika dara menyodorkan makanan untuknya, goldie setidak tidaknya mau makan sedikit sebelum kembudian “ Tewas" kembali. Malam itu ketika dara pamit pulang, Hidung goldie sudah tidak kering lagi, Tapi anjing itu masih menolak meninggalkan tempat tidur.
Dara baru saja masuk ke dalam rumahnya ketika HP nya berdering. Selama beberapa detik dia hanya bisa menatap layar HP yang mengedip ngedipkan nama jo. Waswas bahwa sesuatu terjadi pada goldie, Dara menjawab panggilan itu.
Tanpa ada kata"halo", jo langsung melakukan serangannya.
“ Goldie kamu kasih obat apa ko dia tewas nggak bangun bangun di tempat tidur saya?"
Dara merasakan kupu kupu berterbangan di dalam perutnya, dan pada saat yang bersamaan dia juga merasa jengkel karena setelah dua minggu mereka tidak saling bicara, Kata kaya pertama yang keluar dari mulut jo adalah tuduhan.
"Satu tablet Panandol tadi pagi dan satu lagi tadi sore, “ jelas dara, Dan setelah selang beberapa detik, “Oh, My God. Goldie nggak overdosis , Kan?"
“ Jangan ngaco. Goldie nggak bisa overdosis cuma gara gara minum dua Panadol, “ Tandas jo. Dara mengeratkan genggamannya pada HP, membayangkan bahwa itu adalah leher jo. “ Kenapa kamu nggak telepon saya untuk bilang kalau goldie sakit?"
"Saya sudah coba telepon, Tapi HP diluar jangkauan, “ Jelas dara. "Really?"
"Really!" Tandas dara.
Keheningan panjang membuat dara berfikir jo sudah menutup telepon, Tapi akhirnya dia mendengar suara jo lagi.
"Well, Maaf karena goldie sudah merepitkan kamu. Thanks atas bantuannya. Selamat malam, dara, “ucap jo.
Sebelum dara bisa menjawab, Jo sudah menutup telepon, Meninggalkan dara yang sedang limbung. Ketika dara sampai dirumah jo keesokan harinya. Goldie menyambutnya dengan gonggongan keras. Tapi lain daripada biasanya, Goldie hanya mencium kaki dara dan duduk sopan dihadapannya, Menunggu untuk dielus kepala dara, Sebelum kemudian melangkah pergi setelah dara melakukannya. Sepertinya setelah kemarin, Kini dara adalah teman baiknya. Ketika dara mengangkat kepalanya, Dia melihat jo sedang menatapnya.
Selama beberapa detik dara terdiam, Karena yang ada di pikirannya adalah sentuhan bibi jo pada bibirnya. "Pa-pagi", Ucap dara akhirnya dengan sedikit terbata bata.
"Pagi, “ Balas jo."Sudah sarapan?"Lanjutnya. "Sudah, “ Jawab dara pendek.
Mencoba mencari topik yang aman, Dara bertanya, “ Apa mas jo akan bawa goldir kedokter hewan hari ini untuk dicek?
Jo memiringkan kepalanya sebelum berkata, “ Saya pikir setelah kejadian tempo hari kamu akan berhenti memanggil saya mas jo.
Wajah dara langsung memerah, Tapi dia menolak untuk memperhatikan kepala jo bahwa kejadian itu telah memengaruhinya." Dan seingat saya kita sudah setuju untuk melupakan bahwa itu semua pernah terjadi, “ Balas dara.
“ Tapi sepertinya tidak ada satu pun dari kita yang melupakan itu karena sekarang kita sedang membicarakannya."
"Saya sudah melupakannya."
“ Bullshit.” Detik selanjutnya jo sudah berdiri dihadapan dara. Matanya berapi api.
“ Kalau kamu sudah melupakannya, Kamu nggak akan menghabiskan tiga minggu belakangan ini menghindari saya, “ucap jo.
"Saya nggak menghindari. Dan kenpa sih mas jo...." "NAMA SAYA JO, “ Bentak nya.
Mata dara langsung terbelak, Tidak percaya bahwa dia baru saja dibentak pada jam enam pagi. Mencoba menenangkan suasana yang sepertinya akan meledak sebentar lagi, Dara mengalah.
“ Kenapa sih kamu ngotot banget mau saya mengingat kejadian tempo hari?" “ Karena itu kejadian penting."
Dara mendengus sebelum berkata, “Penting?! Sejak kapan satu ciuman jadi begitu penting untuk kamu?" "Sejak itu sama kamu, “ Tandas jo.
Mau tidak mau dara tertawa garing."Sekarang siapa yang lagi nge-bullshit,“ ucapnya datar.
Jo mendengus dan dara berfikir bahwa jo sedang mencoba mengontrol kemarahannya. Kemudian dia melihat mata jo dan...... Jo kelihatan tersinggung. What??? Ini sama sekali nggak masuk akal. Bagaimana bisa jo Brawijaya, Playboy paling ngetop satu indonesia bisa tersinggung gara gara dara, Seorang wanita biasa, Tidak mau mengakui sudah menikmati ciuman mereka waktu itu? Tapi sebelum dara bisa memastikan tatapan itu, Jo sudah melangkahkan pergi, Meninggalkan dara dalam kebingungan.
Dua minggu lagi berlalu dan jo siap membunuh orang. Dia tidak menyangka dara bisa begitu cool terhadapnya, Sedangkan dia sudah seperti cacing kepanasan. Tidak pernah ada wanita yang justru menjauhinya setelah diciumi olehnya. Kebanyakan akan kembali untuk yang kedua, Dan ketiga, Sebelum kemudian menawarkan tubuh mereka dengan rela. Tidak ada satu pun dari mereka yang kelihatan lebih memilih mencium harimau, Mana, Ular, Dan semua binatang buas lainnya sebelum menerima diumannya lagi. Yang dia tidak paham adalah kenapa dia terobsesi sengan ciuman wanita satu ini?
Jo sudah tidak bisa membohongi diri sendiri, Dia menykai dara, Meskipun wanita itu membuatnya kesal dengan aksi jual mahalnya. Dia menyukai betapa pedulinya dara pada blu, Profesionalismenya dalam bekerja, Humornya yang sarkastis, kerja keras dan kejujurannya untuk membuatnya menghargai keberaniannya. Tapi yang lebih penting adalah dara selalu memperlakukannya seperti layak nya laki laki biasa yang terkadang memerlukan orang untuk mengomelinya kalau dia melakukan kesalahan. Dara membuatnya merasa... Diperhatikan. Dan dia merindukan perhatian didalam hidupnya, Meskipun itu hanya dalam bentuk omelan. Setidak tidaknya itu akan lebih baik dan dari pada tidak dihiraukan sama sekali. Dia kini sadar bahwa semua pendapat yang dia miliki tentang dara beberapa bulan yang lali ketika mempekerjakannya, Salah.
Dalam usaha melupakan darA, jo mencoba menenggelamkan dirinya pada kayla yang lebih rela untuk melayaninya. Tapi justru membuatnya membandingkan kayla dengan dara.
Jo memasuki rumah setelah satu hari penuh terkurung di studio MRAM bersama revel, Mengerjakan aransemen lagu baru, Dan menemukan dara sedang main scabble bersama blu diruang TV. Goldie yang tadinya duduk disamping blu memperhatikan permainan itu, Bangun untuk menyambut jo. Dara kelihatan terkejut melihat jo, Tapi tidak mengatakan apa apa. Selam seminggu ini dara sudah tidak lagi menghindarinya, Seakan dia mencoba membuktikan bahwa tuduhan yang jo lemparkan tidak memiliki dasar. Dara juga tidak lagi memanggilnya mas jo, Meskipun setiap kalimat yang diucapkannya selalu terpikirkan dengan baik sehingga dia hampir tidak pernah harus menunggunakan namanya. "Halo, Mas, “ucap blU ceria dan bangun dari posisi tengkurap lalu mencium pipi jo.
Jo membalas ciuman itu sebelum bertanya, "siapa yang menang?"
“ Aku, “ Balas blu sambil kembali mengambil posisi tengkurap didepan papan permainan. Setelah dibelai, Goldie pun kembali duduk disamping blu. Jo melirik matanya kepada dara yang kini sedang berkonsentrasi sambil duduk bersila didepan papan, Bersebrangan dari blu. Malam ini rambutnya dikepang samping dan buntut kepang itu beristtirahat persis diatas dada kirinya. Jo betul betul ingin menarik kepangan itu, Membuat dara mendongak dan mencium bibirnya. Dia tahu dia sebaiknya langsung mandi dengan air hangat dan tidur karena seluruh tubuhnya sakit setelah duduk selama berjam jam dibelakang drum. Tapi dia justru mendapati dirinya duduk bersila di samping papan permaina, Diantara dara dan blu. Dara menoleh dan memberikan tatapan tidak suka kepadanya. Dari tatapan itu jo tahu dara tidak menginginkannya disini. Well, To bad, Karena dia mau disini. Perlahan lahan dia mulai membaca kata kata yang menghasilkan.
MILITARY, YEAST, SELCOUTH, HUMBLE, ZABERNISM... Wait a second. Selcouth? What the beck is
that? Dan Zzabernism? Matmatika memeang bukan bidangnya, Tapi selama ini dia berfikir bahwa bahasa inggris nya diatas rata rata. Sepertinya dia salah.
Siapa yang mengeja kata kata itu? Dari mana merka tahu kata kata itu? Apakah arti kata kata itu? “ Kata ini punya siapa?” Tanya jo sambil menunjuk pada kata zabernism.
“ Aku, “ Jawab blu tenang.


Jo dan dara langsung saling tatap. Jo dengan pupil melebar karena terkejut, Sedangkan dara kelihatan terhibu.
Mencoba mengontrol ekspresi wajahnya agar tidak kelihatan terlalu kagum , Jo bertanya, “ kamu tahu dari mana kata ini?"
“ Dari buku, “ucap blu pendek.
“ Buku apa?"
“ Aku nggak ingat judulnya. Dipinjemin teman. Seru juga, Ngomongin tentang perang dunia kedua."
Jo mengangguk anggukan selama beberapa detik. Dia berdebat apakah harus lari kekamarnya untuk mencari kamus Oxfordnya, Atau menelan egonya dan bertanya kepada blu. Dilemanya terganggu oleh omelan blu.
"Mbak dara buruan dong."
Dara lalu meletakan ubin ubin kayu pada papan permainan untuk mengeja katanya. Jo harus membiarkan blu menghitung poin kata itu dan menuliskannya pada selembar kertas sebelum berkata kata lagi.
“ Artinya apa sih?” Tanya jo. Akhirnya menelan egonya. “ Artinya apa?" Blu balik bertanya.
"Zabernism.”
"Menyalahgunakan kekuasaan, Biasanya berkaitan dengan hal hal militer, “ Tandas blu. "Mas jo, Aku lagi mikir nih. Jangan ganggu."
"Oh, “ucap jo, dan dengan susah payah dia harus menutup mulutnya untuk membiarkan blu berfikir. Dia melirik kepala dara yang sekarang sedang nyengir, menikmati kebingungannya.
Setelah blu selesai mengeja katanyA, jo membacanya: LIMERENCE.
“AND WHAT THE HECK DOES THAT ONE MEAN?” Teriak jo.



DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 17

No comments:

Post a Comment