Tuesday, October 20, 2015

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 22


Bab 22
ROLLERCOASTER

Jo mendapati separo tubuhnya basah kuyup setelah jurassic park rapids. Jas hujan yang dikenakannya basah menyelamatkan kausnya, Tapi itu tidak membantu celana pendek, Sandal dan rambutnya sama sekali. Rambut blu dan dara juga basah, Tapi karena keduanya mengenakan celana pendek yang jauh lebih pendek dari celana pendek jo, Hanya sendal dan kaki mereka yang basah. Jo berterima kasih bahwa dara mengusulkan untuk membawa pakaian ganti. Setelah memastikan tidak ada lagi permainan yang akan membuat mereka basah, Jo bergegas ke kamar mandi untuk mengganti celana pendeknya dan mengeringkan rambutnya yang agak agak berbau klorin. Great, Dia harus mencuci rambut dua kali malam ini untuk menyingkirkan segala kuman yang kemungkinan menepel pada rambutnya sekarang.
Dia tidak percaya bahwa dia sudah menghabiskan hampir 500 dolar Singapura dan waktu paginya menyiksa dirinya menaiki satu permainan ke permainan yang lain. Semuanya dimulai dari Battlestar Galactica, Dan Blu memaksa untuk naik dua kali. Satu kali dengan versi "Human", Satu kali lagi dengan versi” Cyclon". Jo cukup menykai rollercoaster waktu dia berumur belasan tahun, Tapi tidak ketika dia berumur 30 tahunan seperti sekarang. Banyak orang mengatakan bahwa naik rollercoaster sudah seperti seks, Dengan segala stimulasi fisik dan mentalnya. Karena jo lebih senang seks jenis vanila dengan hanya satu wacoaster jenis apa pun lagi sepanjang hidupnya.
Setelah rollercoaster mereka mencoba permainan Transformers yang menurut jo cukup cool karena Optimus Prime. Lalu mereka bergerak ke area Ancient Egypt, Di sana mereka menaiki permainan Revenge of the Mummy yang membuatnya kehilangan pendengaran pada telinga kananya selama beberapa detik karena blu berteriak sekencang kencangnya ditelinga tersebut. Jo mulai menyesali usulnya mengajak blu ke Universal Studios. Adiknya itu begitu antusias dengan pengalama ini, sementara dia sudah mau menembak dirinya dengan pistol.
Setelah keluar dari kamar mandi dengan celana pendek baru dan rambut lebih kering minus jas hujan, Mereka langsung ke foodcoutr untuk makan siang dan harus agak sedikit berlari setelah itu agar tidak ketinggalan pertunjukan Waterworld. Untung saja dara mengusulkan agar mereka duduk di belakang, Jadi tidak kena semprotan air ketika salah satu aktor yang menaiki jetski sengaja membanting jetskinya sedekat mungkin dengan penonton, Otomatis menyemprot penonton yang duduk di bagian depan.
Perlahan lahan mereka beranjak menuju Far Far Away untuk meet and greet dengan Fiona, Shrek, Donkey dan Puss in Boots. Begitu melihat karakter karakter animasi ini blu langsung berteriak minta difoto. Jo ingat akan candaannya dengan dara beberapa waktu yang lalu dan dia melirik dara yang sedang mencoba menyembunykan aenyumnya. Jelas jelas dara juga ingat akan candaan itu dan apa yang terjadi setelahnya. Dengan sabar mereka mengantre, Meninggu giliran berfoto.
“ Blu sana berdiri sama Mas jo, Biar mbak ambil fotonya, “ Ucap dara ketika giliran mereka tiba.
"Mbak dara ikutan dong foto bareng sama kami, “ teriak blu sambil melambaikan tangannya semangat
Dara baru saja akan menolak, Tapi jo langsung mengambil kamera dari tangannya dan meminta orang yang mengantre di belakang mereka untuk mengambil foto. Jo lalu menarik dara menuju Shrek dan kawan kawan yang menunggu dengan sabar, Dan blu yang kurang sabar. Jo memilih berdiri disamping Shrek yang memeluk pinggang fiona. Dia merasa agak jengkel ketika dara melepaskan diri dari pegangannya dan justru lari ke samping blu yang berdiri disebelah Puss in Boots dan Donkey.
Jelas jelas perempuan satu ini tidak mau tertangkap difoto berdiri disebelahnya. Mungkin untuk mencegah gosip yang tidak tidak tentang mereka atau karena dia tidak mau foto itu sampai jatuh ke tangan tunangannya.
Blu yang puas dengan foto ini menggeret jo dan dara ke Shrek 4d Adventure. Jo masih bisa menoleransi permainan ini, tapi tidak Enchanted Airways yang dia yakini dibuat untuk anak anak berumur sepuluh tahun ke bawah.


"Nggak mau. Memangnya Mas umur sembilan tahun apa naik begituan?” Gerutu jo.
“ C'mon, Mas. Sudah sampai disini kan tanggung. Mendingan naik sekalian, “ pinta blu sambil menarik tangan kanan jo.
"Sudah sana kamu naik sama mbak dara, Mas tunggu di sini, “ “ C'mon, Be it touch with your kiddy side and come with us, “ Bujuk dara. "No way, “ Bantah jo.
“ Apa yang kami harus lakukan agar Mas jo mau ikut sama kami?" Tanya blu masih tidak melepaskan tangan jo.
Jo berfikir sejenak. Tatapannya jatuh pada blu yang menatapnya penus antisipasi dan dara yang menaikkan alisnya menunggu. Kemudian satu ide muncul dikepalanya. Dengan satu desahan, Seakan dia tidak rela melakukannya, Dia berkata, “ Cium dulu, “ sambil mengetuk pipinya dengan jari telunjuknya.
Blu terkekeh dan langsung mencium pipi jo yang sudah membungkuk untuk mengakomodasi ketinggian blu.
"Muaaahhhh. Oke, let's go, “ ucap blu, Melepaskan tangan jo dan siap bergegas menuju Enchanted Airways.
“ Tunggu dulu. Itu baru dari kamu. Yang dari mbak dara mana?" Pertanyaan jo ini membuat blu menoleh. Mata dara melebar mendengarnya." Kenapa saya harus cium kamu juga?" Tanyanya penuh kecurigaan. Jo betul betul ingin tertawa melihat ekspresi itu. Perempuan ini memang tahu segala trik kotor laki laki rupanya.
“ Karena kan kalian berdua yang minta saya menaiki permainan ini, Jadi adil kan kalau saya minta dua ciuman?" Jawab jo tenang.
Dara menyipitkan matanya dan berkata penuh kemenangan, “ Blu, Sana kamu cium Mas jo sekali lagi."
"Oh no no no no ..... Satu orang, Satu ciuman, Itu peraturannya, “Protes jo.
"Mana peraturannya? Coba saya mau liat, “ Balas dara.
"Hak saya untuk mengatakan iya atau tidak. Peraturan saya yang harus diikuti, “ Tandas jo.
Jo tersenyum melihat dara yang sedang bertolak pinggang di hadapannya. Dia yakin dara tidak akan melakukannya, Meskipun itu tidak menghentikannya dari berharap.
"Oh God, Buruan deh, Mbak, Cium Mas jo. Keburu sore nih, Nanti nggak cukup waktu untuk naik yang lainnya, “omel blu dengan tidak sabar.
“ Gimana kalu kita naik permainan ini berdua aja, biar mas jo nunggu disini, “ucap dara dan mencoba menarik blu.
"Nggak mau. Hari ini hari ulang tahunku dan aku mau naik semua permainan dengan Mas jo dan mbak dara." Blu bergeming dari posisinya.
Jo terkikik ketika melihat dara menatap blu seakan ingin membolongi kepalanya dan dia tidak bisa menahan diri untuk menambahkan, “ It is her brithday, Dan nggak baik nolak kemauan yang ulang tahun pada hari ulang tahunnya."
Dara menatap jo dengan mata berapi api sebelum akhirnya mengaku kalah dan melangkah mendekati jo. Jo langsung memasang pipinya dan dengan ragu ragu dara mendekakan wajahnya pada wajah jo. Pada saat itulah dia mendengar bisikan dara.
“ Asal kamu tahu aja, Ini yang terakhir kali saya akan melakukan ini. Paham?"
Jo mengangguk tanda mengerti. Kalau ini memang terakhir kali dara menciumnya, Dia akan pastikan bahwa ciuman tersebut akan meninggalkan bekas dimemorinya. Akan lebih baik lagi kalau ada orang yang mengenalinya dan mengambil foto tersebut kemudian menjualnya ke tabl oid. Foto itu jelas jelas akan membuat tunangan dara berpikir dua kali sebelum menikahinya, Dan memberikan jalan pada jo untuk mendapatkan dara tanpa perlu ada paksaan darinya.
Ketika bibir dara hanya sekitar beberapa milimeter lagi dari pipinya, jo memalingkan wajah agar bibir dara mendarat pada bibirnya. Dara menarik napas terkejut ketika menyadari lokasi pendaratan ciumannya dan mencoba menarik diri, Tapi jo lebih cepat. Dia langsung mengangkat tangan kananya untuk meremas leher dara dan tangan kirinya melingkari pingang dara, Menahannya agak tidak menjauh. Jo merasa kedua tangan dara naik ke dadanya mencoba mendorongnya, Tapi dia tidak memperbolehkannya. Dan di depan semua orang di kerajaan Far Far Away, Jo Brawijaya, Drummer paling ganteng se indonesia ditemukan sedang mencium Dara Wulandaru, Asisten adik nya.
Dari sudut matanya jo melihat beberapa orang mengambil foto merek. Puas bahwa dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, Jo melepaskan dara yang menatapnya penuh kemarahan. Kalau mereka sedang tidak di depan umum atau di depan blu, Jo yakin dara akan menamparnya bolak balik. Dan dia tidak akan bisa melakukan apa apa kalau dara melakukannya, Karena dia memang berhak mendapatkan tamparan itu.
Sedetik kemudian dara kemudian mengalihkan perhatiannya kepada blu yang sedang menatap dara dan jo dengan mulut ternganga dan berkata, “ Oke let's go."
Dan dara menggeret blu untuk menaiki Enchanted Airways, meninggalkan jo tersenyum simpul. Dia mengalihkan perhatiannya kepada para fotografer yang sedang menatapnya dengan mulut ternganga dan melambaikan tangan kepada mereka sebelum mengikuti blu dan dara.
Jo tahu dara marah besar padanya karena perempuan itu tidak berbicara padanya sama sekali selama sisa tur di Universal Studio atau dalam perjalanan kembali ke jakarta. Hal ini tentunya membuat blu marah pada jo karena secara tidak langsung dia sudah membuat hari ulang tahunnya berantakan.
"Mas jo sih pake cium mbak dara tanpa seizinnya segala, “omel blu ketika mereka baru saja memasuki rumah sambil menggeret kper koper merek.
Mereka berpisah dengan dara, Yang dijemput oleh panji di bandara.
Melihat dara memeluk panji seakan laki laki itu dewa penyelamatnya dan panji memeluk dara dengan sangat posesif membuat jo ingin menggebuki laki laki itu. Jo harus menahan diri untuk tidak meneriakkan, “ I kissed your girl. TWICE. What do you have say about that, Dumbass?"
“ Kan mas sudah minta izin. Mas bilang satu ciuman, “ Bantah jo memfokuskan diri kembali pada omelan blu.
“ Di PIPI, Bukan di bibirr!!!” Teriak blu.
Bi uti yang datang menyambut mereka kelihatan terkejut mendengar omelan blu, Tapi jo hanya melambaikan tangannya, Mengisyaratkan agar bi uti tidak menghiraukan blu yang sedang ngambek ini. "Well, Karena itu nggak dispesifikasikan pada awalnyA, jadi pada dasarnya di mana aja boleh kan?" “ Aggrrggghhh, You are really annoying, “ geram blu putus asa.
“ Aku nggak akan memaafkan mas kalau sampai mbak dara mengundurkan diri gara gara ini, “ Ancamnya dan berjalan ke arah kamarnya sambil mengentakkan kakinya ke lantai.
Bi uti menatap jo dengan mata melebar sebelum mengikuti blu sambil menggeret kopernya, Meninggalkan jo dan goldie yang sedang menamparkan buntutnya pada lantai dan menatapnya dengan penuh harap.
"I guess, Kamu satu satunya perempuan yang nggak marah sama aku ya, “ucap jo sambil membelai kepala goldie.
Goldie mencoba menjilat wajah jo, Tapi jo sedang tidak mau menerima jilatan itu dan berdiri. Perlahan lahan dia menarik kopernya ke kamarnya. Dia ingin menelepon dara untuk minta maaf atas kelakuannya, Tapi dia tahu dara tidak akan menjawab telepon itu begitu melihat namanya pada layar HP. Jo sudah mencoba mencari kesempatan untuk minta maaf berkali kali selama 24 jam terakhir ini, Tapi usahanya gagal. Dara sepertinya menolak tertangkap kamera sedang berduaan dengannya, Dan entah kenapa jo tidak memiliki cukup keneranian untuk minta maaf dihadapan blu.
Are you okay? Kamu kelihatan distracted." Suara panji membangunkan dara dari lamunanya.
Dara sedang mempertimbangkan pro dan kontrak kalau dia menceritakan apa yang terjadi di Universal Studio kepadsa panji. Tadi malam ketika dia berbaring di atas tempat tidurnya di hotel, Tidak bisa tidur karena hatinya terasa berat dan merasa berdosa, Dia sudah yakin bahwa dia harus menceritakan kejadian itu kepada panji. Tapi sekarang, ketika pikirannya sudah lebih fresh, Dia tidak terlalu yakin lagi dengan rencananya itu. Perlahan lahan dia mulai membuat daftar pro dan kontra di dalam kepalanya.
Pro:
* panji akan tahu bahwa ciuman itu bukan di mulai olehnya
*panji tidak akan terkejut kalau sampai berita itu keluar di media karena dara sudah menceritakan lebih dahulu padanya(damage control).
Kontra:
*panji akan memintanya berhenti bekerja sekarang juga
*panji akan membunuh jo(bukan sesuatu yang buruk karena pada saat ini itulah. Yang ingin dia lakukan kepada jo).
*panji tidak akan bisa mempercayainya lagi, Dia akan membatalkan pernikahan mereka.
Menyadari bahwa lebih banyak kontra daripada pro, Akhirnya dara berkata, “Nothing. Cuma capek aja. Panji kelihatan sedikit curiga mendengar kata kata dara, tapi dia tidak menanyakan lebih lanjut, Dan dara bersyukur akan itu.
Dara betul betul bingung menghadapi tingkah laku jo. Apa dia sudah memberikan sinyal yang membingungkan kepada jo sehingga laki laki itu berfikir bisa melakukan apa yang dia sudah lakuka pada dara tanpa ada penolakan darinya? Oh, Kenap jo melakukannya? Untuk apa dia melakukannya?
Ketika dara memutar kembali ciuman itu, Dia sadar bahwa ada satu detik ketika dia membalas ciuman jo dan hal itu membuatnya marah. Bukan hanya kepada jo karena sudah mengodanya malam sebelumnya dengan tidak mengenakan kaus, kemudian keesokan harinya melancarkan ciuman yang tidak bisa dia tolak, Tapi pada dirinya yang membalas ciuman itu. Dara bahkan tidak bisa bersalah bahwa dia beralasan bahwa itu hanya reflek karena shock seperti ciuman yang lalu. Dia telah secara sadar mencium balik lelaki itu.
“ Kemarin aku sudah bayar uang muka katering. Mahal banget. Kenapa kita pakai mereka sih?" Pertanyaan panji menarik pikiran dara dari jo." Karena mama kamu bilang makanannya enak dan kamu setuju. Aku sudah bilang mereka mahal, Tapi kamu nggak mendengarkan aku, “ Tandas dara.
“ Aku nggak ingat pembicaraan itu."
Dara mendesah, Mencoba menahan sakit kepala yang mulai menyerangnya. Dia betul betul tidak ada waktu untuk berhadapan dengan tingkah laku panji yang tidak mau mengakui kesalahannya ketika keputusan yang dia sudah ambil sebelumnya ternyata salah, Dan malah berpura pura lupa.
Seminggu setelah kepulangan mereka dari SingapurA, jo menunggu dengan tidak sabar hingga foto dirinya mencium dara keluar di media. Ketika seminggu foto itu tidak muncul jugA, jo harus mengakui bahwa sepertinya permainan kotornya tidak membuahkan hasil. Setidak tidaknya dara tidak mengundurkan diri, Dan jo bersnyukur untuk itu, Meskipun kini dara juga semakin menjaga jarak dengannya, Dan itu membuatnya tidak nyaman sama sekali. Dia betul betul merindukan persahabatan, Perhatian, Dan kepedulian dara padanya.
“ Did something happened in Singapore that I should know about?” Tanya revel ketika sedang main PlayStation dirumah revel setelah semua pegawai MRAM pulang.
"Nothing happened. Kenapa lo tanya tanya?" Jo mencoba melewati revel diarea balap.
Revel mencoba menghalangi jo untuk menyusul dengan membanting mobil balapnya ke kiri. Mobil balap mereka begesekan selama beberapa detik.
“ Get off me, Man. Let me through, “omel jo. "Not no your life, “ Balas revel.
Jo mengurangi kecepatan mobilnya dan membiarkan revel berlalu.
“ Kalau nggak terjadi apa apa di antar lo dan dara, Kenapa kalian berdua seperti jalan di atas kulit telur setiap kali ketemu?" Tanya revel lagi.
Jo menghembuskan napas. Mempertimbangkan apakah dia akan tetap menyangkal atau berkata jujur pada revel. Dia tahu revel tidak akan berhenti mengganggunya samapi dia mendapatkan jawaban. "I kissed her, “ucap jo pelan.
“ Ciuman yang seperti apa yang kita bicarakan disini?" Tanya revel sedikit berhati hati. “ Bukan yang bersahabat, I can tell you that much, “ Jawab jo.
Revel mendesah. Semua orang di MRAM tahu bahwa sesuatu seperti ini cepat atau lambat akan terjadi di antar jo dan dara. Ketertarika mereka satu sama lain terlalu nyata. Revel cukup terkejut bahwa jo bahkan menunggu hingga tujuh bulan sebelum mendekati dara.
“ Jo, Lo tahu kan kalau dia sudah punya tunangan, “ rebel mencoba memepringatkan. "I know. I just can't help it, Though."
Revel terkekh mendengar jawaban jo. Dasar si jo. Mencium cewek bukan kejadian yang langka bagi jo, Tapi ini pertama kalinya jo kelihatan sedikit tidak nyaman membicarakannya. Sejujurnya, Kalau saja jo bukan sobatnya, Revel mungkin sudah mengatagorikan jo sebagai bajingan, Tapi revel tahu bahwa dia balik semua itu, Ada seorang teman yang setia dan rela melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Oleh karena itu dia masih bersahabat dengan bajingan satu ini.
“ Apa lo merasa bersalah karena sudah menciumnya?” Tanya revel.
Jo memeprcepat mobil balapannya untuk menyalip revel di tikungan. Setelah puas karena sekarang berada di depan, Baru dia menjawab, “ Tentu aja gue merasa bersalah."
"Really?" Revel terdengar tidak yakin.

Ah, Sobatnya ini sudah cukup mengenalnya dan tahu bahwa dia suha berbohong. "No, Not really, “ Aku jo.

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 23

No comments:

Post a Comment