Thursday, October 15, 2015

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 8



Bab 8
FREE THERAPY

Beberapa hari berlalu dan dara masih belum dipecat juga, Dia akhirnya bisa mulai sedikir rileks. Jo tidak pernah memintanya menata ulang dapurnya lagi, Tapi sebagai cara untuk menunjukan aksi prote, Jo menolak untuk menyingkirkan junk foodnya, Dara tahu bahwa dengan tidak menghiraukan permintaan jo, Pada dasarnya dia sudah mencari mati, Tapi entah kenapa hatinya menolak mendengarkan akal sehatnya.
“ Gue harus gimana dong, Dri? sumpah deh, Seumur hidup gue ngga pernah ketemu cowok yang tujuan hidupnya adalah untuk menyusahkan hidup gue. Kayak hidup gue nggak cuku susah aja. Kebayang ngga sih, Selama sebulan ini Bokap selalu nungguin sampe gue pulang sebelum dia tidur? ngga peduli bahwa itu sudah jam sebelas malam. Bokap gue kan biasanya sudah tidur jam delapan, “Omel dara panjang lebar melampiaskan kefrustasiannya kepada salah satu sobatnya, Andri.
Jana sedang liburan ke Australia dengan suaminy, Jadi tidak bisa dihubungi, Sedangkan Nadia tidak mengangkat telepon. Dara baru saja selesai mandi malam dan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk dia berbicara dengan andri melalui speaker HP nya.
Andri terkikik sebelum menanggapi, “Well, Mungkin bokap lo takut anaknya diapa apain oleh the big bad wolf".
Bayangan jo sebagai seekor serigala terlintas dikepala dara. Rambut jo memang pendek, Tapi bagian bawah wajahnya selalu ditutupi jengot tipis, Dan Dara mengerti bagaimana image seekor serigala bisa muncul.
"Oh please... Jo ngga pantas mendapatkan predikat itu. He doesn't scare me."
"Hmmm interesting, “ucap adri. “ Apa yang interesting?"
“ Bahwa elo langsung mengasosiasikan the big bad wolf dengan jo Brawijaya."
"So?” Tanya dara bingung dengan arah pembicaraan mereka. "So, Is there something going on between the two of you?" “ Definitely not."
“ Apa dia ngga mencoba untuk ngendeketin elo? nanya nomor telepon gitu?"Pancing adri.
“ Dri, dia itu kakaknya bos gue. Dia wajib punya nomor telepon gue, Jaga jag kalau ada emergency dan dia harus menghubungi gue."
"I think he's hot. Setiap kali ngeliat dia di TV, Yang ada dipikiran gue adalah ngelempar dia ke tempat tidur dan melakukan serangan membabi buta."
“ Jangan ngasih image yang ngga nggak deh di kepala gue. Gue harus ketemu dia. Tiap hari, Tau."
Tanpa memedulikan kata kata Dara, Adri melanjutkan, “ Apa lagi kalau dia lagi main drum. Kesannya dia lagi having rough sex sama drumnya itu."
"Whoaaa....what?" Tanya dara mencoba menghentikan arah pembicaraan mereka.
"Predatory tapi graceful. Orang nggak nyangka kalau dia akan menyerang, Tapi tahu tahu taringnya sudah terkubur di arteri lo, Karena lo sudah terpesona dengan pergerakan tubuhnya, “lanjut adri.
“ Gue ngga peduli dia predatory kek, Graceful kek, Menurut gue dia brengsek." "Really? menurut teman gue ina, Istrinya Revel, Jo itu sweet banget lho."
"Sweet kalau dibandingin sama iblis, Kali, “lanjut dara yang disambut oleh gelak tawa adri. "Seriously.I think he hates me."
Adri terdiam sejenaK sebelum berkata, “well, That's the first. Setahu gue semua laki laki tergila gila sama elo. Ngga peduli mereka bayi atau kakek kakek bangkotan."
“ Kecuali jo Brawijaya, “ Balas dara.
"Omong omong, Apa benar dia punya tato tapal kuda di...." “ Dri, Bisa ngga sih kita nggak ngebahas tentang itu?"Potong dara. "Well, I was just curious, “ Adri membela diri.
“ Buang jauh jauh keingintahuan elo itu, Oke?"
“ Jangan lupa ambil foto kalau memang kebetulan lo ngeliat. Kebayang ngga sih berapa banyak uang yang bisa lo dapatkan dengan menjual foto itu ke media?"Lanjut adri.
Dara baru saja akan membalas bahwa kemungkinan dia bisa melihat bagian tubuh jo itu adalah kurang dari nol persen, Ketika dia mendengar suara bayi menangis dan mendengar adri meminta suaminya, Ervin menghibur anak mereka, Scarlett, untuk sementara waktu. Setelah keadaan sudah lebih tenang, Dara berkata, “ Eh, Sori ya gue telepon malam malam. Habis gue ngga tahan lagi siapa yang bisa dihubungi untuk dimintain pendapat.
"Ngga apa apa ko. Omong omong, Gimana rencana pernikahan lo, Lancar?"
Mendengar pertanyaan ini dara terdiam, Dia masih juga belum memberitahu siapa pun tentang status hubungannya dengan panji. Selama sebulan ini dara mencoba memfokuskan diri pada pekerjaan dan tidak menghiraukan bahwa panji masih juga belum menghubunginya. Dara tau inilah cara panji menunjukan superioritasnnya sebagai laki laki. Dia kepalanya, Panji pasti berfikir bahwa dara adalah pihak yang salah, makan dara lah yang harus minta maaf. Selama ini itulah yang selalu dara lakukan. Tidak peduli siapa yang salah di dalam argumentasI mereka, Dialah yang selalu meminta maaf duluan.Well, Tidak lagi, Panji bisa menunggu hingga neraka membeku. Karena kali ini dara tidak akan meminta maaf duluan. Sebelum bisa berfikir lagi, Dara mengaku kepasa adri.
"Sebetulnya, Gue sama panji sedang,,,Hiatus." "Hiatus? maksud lo putus?” Teriak adri. "No, No. Ngga putus.cuma hiatus."
“ Apa bedanya?"
“ Kami hiatus karena panji minta waktu untuk memikirkan tentang hubungan kami."
Untuk sejenak jo terlupakan dan adri mengomel tentang panji.” Bercanda lo, Ra. Apa lagi coba yang dia mau pikirin? Dia udah ngelamar elo. Kalau dia masih belum pasti dengan hubungan elo ini, Kenapa dia ngelamar elo?Dasar laki laki gemblung."
“ Dia sih udah cukup pasti dengan hubungan kami, Tapi dia mau gue kerja jadi PA artis. Lo tahu kan kalau dia ngga pernah suka gue jadi PA, “ Jelas dara.
"Well that's stupid. Lo ini bukannya main course di TGI Friday's dengan side dishes yang bisa ditukar tukar. Lo itu menu utama direstorannya Gordon Ramsey, Yang harus dimakan secara keseluruhan, Dan kalau ngga suka itu, Silahkan keluar dari restoran."
Dara membutuhkan waktu beberapa menit untuk memahami perumpamaan adri yang membingungkan itu. Tapi setelah dia sadar akan apa yang dikatakan sahabatnya itu, Tanpa bisa menahan diri lagi, Dia pun membeberkan pertengkarannya dengan panji. Alhasil, Adri langsung memaki maki panji di telepon. “ Dasar cowok brengsek, So penting, Sok perfect, Sok...ugh!!! Masih mending deh waktu lo pacaran sama charlie, Yang meskipun kelihatan lebih cantik daripada elo kalau pakai maskara dan anak band, Tapi setidak tidaknya dia ngertiin elo. Lah panji...gimana bisa dia mengharapkan elo untuk berhenti kerja cuma gara gara dia ngga suka sama pekerjaan elo? sori ya, Ra. Tapi cowok lo itu memang brengsek. Nadia, jana, Dan gue dari dulu memang ngga pernah suka sama dia."
"Wait, Hold on. Sejak kapan kalian ngga suka sama panji?Kalian selalu baik dan ramah setiap kali ketemu dia."
“ Kami baik sama dia cuma karena elo."
Dara tidak tahu apakah dia harus bersyukur oleh dukungan sobat sobatnya atau justru marah karena mereka tidak pernah mengatakan apa apa tentang perasaan mereka terhadap panji. Setelah bertahun tahun bersahabat dengan tida wanita ini, Satu orang tidak pernah salah. Meskipun begitu, Dara juga tahu bahwa penilaian mereka juga sering timpang ketika memberi dukungan kepada sobat mereka.
Dengan hatu hati dara bertanya, “ Do you think I'm being stupid karena sudah berikeras untuk memperhatikan pekerjaan gue daripada mengikuti kata panji untuk mencari pekerjaan lain? sedtidak tidaknya panji serius sama gue dan berani ngajakin nikah, Ngga seperti mantan mantan gue yang lain." Hell no, You're not being stupid!!! Jangan pernah ngebiarin seorang laki laki mengubah diri lo yang sebenarnya, Trust me, Honey, It's not worth it, “omel adri.
"I guess you're right, “ ucap dara pasrah.
"Of course I'm right. Besok pagi lo telepon si panji dan lo putusin dia, Oke?Hiatus, My foot." "Yes, Mom, “ Desah dara dan disambut gelak tawa adri yang membuat dara tersenyum.
"Sebaiknya gue tidur sekarang. Salam buat Ervin dan Scarlett. Sampaikan permintaan maaf gue ke mereka karena sudah mengambil waktu lo, “Pamit dara.
“ Don't worry, Mereka ngerti kok, “ucap adri, Masih tertawa. “ Thanks ya, Dri."
“ Anytime. Bye, Gils."
Dara merasa lebih baik setelah menutup telepon. Dia lalu mematikan lampu dan langsung pergi tidur, Bertekad untuk menelpon panji besok pagi dan mengakhiri hubungan mereka.
Jo mencium seorang wanita yang ada di dalam pelukannya seakan hidup matinya bergantung kepada wanita itu. Aroma dan rasa perempuan itu betul betul membuat kepalanya berputar dan seluruh tubuhnya gerah. MenyadarI bahwa dia sudah mencium seseorang tidak dikenal, Jo mengangkat bibirnya dari vivir wanita itu untuk melihat wajahnya. Mulai dari dagu berlesung, Mulut yang sedikit terbuka untuk mengakomodasi napasnya yang memburu, Hidung mancung, Mata yang kurang fokus akibat ciuman mereka dan alis yang sempurna.
"You're gorgeous, “ Bisik jo.
"So, Are you, “ Balas wanita itu dengan suara yang sangat familiar, Tapi jo tidak tahu kapan atau di mana dia pernah mendengarnya. Jo menarik wajahnya lebih jauh lagi dari wajah itu untuk menganalisinya dengan lebih seksama.Wanita itu tersenyum dan menatapnya sebelum jemari tangan kanannya membelai pipi jo. Belaian lembut dan hangat itu langsung membuat jo menutup matanya, Mencobq menyerapnya ke dalam seluruh tubuh, Hati, Dan sanubari. Jo meraih jemarinya yang sedang membelai pipinya itu dan menggenggamnya dengan kedua tangannya. Begitu. Juga dengan suarA, jemari yang panjang dan halus itu pun terasa familier. Di manakah dia pernah menyentuh tangan itu?jo menarik nafas sambil memutar otaknya. Perlahan lahan mulai ingat di mana dia pernah melihat wajah itu... Mendengar suara itu... Dan merasakan sentuhan jemari itu
Wajah, suara, dan jemari lentik milik... Dara Wulandari. Jo terbangun dari tidurnya dengan jantung berdebar debar. Goldie yang ikut terbangun mendekatkan hidungnya pada bahu jo, Seakan menanyakan apa kah dia baik baik saja.
"Yeah, I'm okay.cuma mimpi buruk, “ Jelas jo sambil merebahkan dirinya di tempat tidur dan membelai kepala Goldie.
Dalam hati jo lega itu hanyalah mimpi. Dia tidak tahu bagaimana Dara bisa muncul didalam mimpinya. Dia bahkan tidak menyukainya. Dia yakin Dara pun memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Perempuan itu sudah membuatnya fila semalam beberapa minggu ini. Sudah suka mengatur, Suka berdebat dengannya pula, Lihat saja apa yang dia telah lakukan pada kulkas dan sapurnya. Semua makanan kesukaannya sudah disingkirkan ke rak paling ujung, Dia digantikan dengan makanan makanan yang terbuat dari gandum, Low fat atau kurang gula. Segala jenis sayuran dan buah buahan yang cukup untuk menenggelamkan Titanic kini mendominasi kulkasnya, hingga beberapa hari yang lalu dia mengalami masalah mencari coklat Tolberone nya yang tenyata sudah disingkirkan ke Kontainer kecil dan disembunyikan di bagian belakang lemari es.
Berbotol botol minuman bersoda, Gatorade, Dan kaleng kaleng Rea Bull yang biasanya dia simpan di dalam lemari es agar dingin juga sudah dibatasi jumlahnya. Kini bahkan dia hanya diperbolehkan minum Diet Coke, Apa pula ini?laki laki jantan dan tangguh sepertinya tidak minum atau makan sesuatu yang ada kata kata low fat, Less sugar, Dan dietnya, That's just gay. Oh. Andaikan sia bisa memecat dara hanya dengan alesan bahwa wanita itu betul betul menjengkelkan, Tapi dia tahu dialah satu satunya orang yang berpendapat begitu. Oom danung tidak henti hentinya memuji dara sebagai seorang PA yang kompeten, Dan jo tahu bahwa blu betul betul menukai dara. Kini blu sudah tidak lagi mengurung diri di kamarnya dan makannya sudah lebih teratur sehingga tubuh dan wajahnya kelihatan lebih berisi dan sehat.
Bahkan poppy yang hanya bertemu muka dengan dara melalui Skype menyukai dara yang tidak pernah lupa meng up date kehidupan kesehatan blu kepadanya. Pada intinya, Dengan keberadaan dar, Blu kini sudah bisa menjalankan kehidupannya secara lebih efisien tanpa perlu mengganggu jo lagi. Tapi bukannya merasa lega atas pergantian suasana ini, Jo justru merindukan saat saat ketika dia menghabiskan lebih banyak waktu dengan blu.
Tanpa disadari jo, Selama dua bulan sebelum kedatangan dara ditengah kehidupan mereka, Dia sudah mulai terbiasa hidup dengan blu, Dan dengan blu tidak lagi bergantung padanya, Dia merasa sedikit kesepian. Sepertinya sudah tiba waktunya untuk mulai berburu perempuaN yang bisa menghapus kesepian itu, Toh itulah rencana awalnya untuk mendapatkan asisten untuk blu.
Memikirkan tentang asisten blu membuat jo tiringat kembali akan mimpinya dan dia menggelengkan kepala, Mencoba mengusir bayangan itu, Dia tidak mau lagi memipikan yang tidak tidak tentang asisten adiknya itu.
Beberapa hari kemudian ketika dara baru saja akan menghentikan mobilnya didepan gerbang sekolah blu, Bosnya itu memintanya menepi disamping trotoar seratus meter dari gerbang. Sebelum dia bisa bertanya alasannya, Blu sudah meloncat keluar dari mobil dan menghilang ditengah keramaian teman teman sekolahnya. Beberapa menit kemudian dara melihat blu melabai padanya dengan tangan kanan, Sedangkan tangan kirinya menggandeng seorang cowok paling preppy yang dara pernah lihat sepanjang hidupnya. Lupakan Nate Archibald dari Gossip Girl, Cowok ini lebih mirip Kurt dari Glee. Oh, Dear God, Cara berjalan cowok ini bahkan seperti Kurt, Uh oh!!! Gay? Radar dara langsung on alert. Dia mematikan mesin mobil dan turu menunggu hinggal blu dan Krut wannabe menghampirinya. Dalam hati dia berharap cwo ini bukan William, Ataupun kalau dia memang William, Dia hanyalah seorang cowok metroseksuak yang suka pergi ke salon dan mengenakan pakaian yang satu ukuran lebih kecil daripada seharusnya.
"Mbak dara, kenalin ini William, “ucap blu semangat.
William tersenyum malu malu, Mempertontonkan lesung pipi dikiri dan kanan pipinya. Dara menyodorkan tangannya untuk memperkenalkan diri dan begitu telapak tangan William bersentuhan dengan telapak tangannya, Dara mengumpat. Tidak bisa diragukan lagi William memang seorang gay yang masih belum mau mengakui orientasi seksualnya kepada dirinya sendiri, Apalagi pada orang lain.
Bagaimana mungkin blu bisa menyukai cowok jenis ini?bukankah seharusnya seorang adik perempuan
cenderung menyukai jenis laki laki yang mirip kakak laki laki mereka?jelas jelas William tidak ada mirip miripnya dengan jo yang sangat maskuli.
Dara memaksa dirinya menelan ludah sebelum berkata, “ Ah, Jadi kamu william yang akan membawa blu ke pesta tahun baru?"
"Iya, Mbak, “ucap william dengan suaranya yang terdengar sedikit melengking untuk seorang laki laki yang sudah kelas 12.

Yaiks...!ahkan suaranya pun terdengar seperti kurt. Dara tidak pernah ada masalah dengan kaum gay, Selama mereka terbuka dengan status mereka. Masalah akan muncul kalau mereka tidak mengakui orientasi seksual mereka dan secara tidak sengaja menyakiti hati orang lain, Tiba tiba dara merasa pesta tahun baru blu ini memiliki kata BENCANA tertulis di mana mana, Apa yang harus dia lakukan?
“ Blu, Bisa Mbak bicara dengan William, Sendiri?"Pinta dara. Meskipun kelihatan agak bingung, Blu meuruti permintaan ini.
“ Ketemu di dalamnya, “ucap blu, Yang kemudian berlalu memasuki gerbang sekolah, Setelah blu menghilang, Dara menatap william dan berkata pelan, “ Apa kamu serius membawa blu ke pesta tahun baru?apa tidak ada orang lain yang mungkin lebih tipe kamu yang mau kamu bawa sebagai teman kencan?
William menatap dara seakan dia sudah gila. Sejujurnya, Pada saat ini pendapat dara tidak jaug berbeda dengan william. Dara seharusnya tidak mengatakan apa apa dan membiarkan blu pergi dengan pemuda ini. Tapi, Toh mereka tidak bakal menikah, Sehingga tak mungkin blu suatu hari akan mendapati suaminya di tempat tidur dengan laki laki lain, Ini cuma kencan, Tidak boleh lebih dari itu.
"Maksud Mbak?"
Dara menghembuskan napas dan mengubah taktik, “Mbak ngga akan peernah mempernolehkan blu dipermalukan di depan umum dan disakit oleh siapa pun, Kalau sampai mbak mendapati blu menangis sehabis acara ini, Kamu akan berharap bahwa kamu tidak pernah dilahirkan."
“ Apa mbak sedang mengancam say?"
"Yep, Jadi, Kamu masih berniat untuk jadi teman kencan blu?"
"Ye-es, “ucap william terbata bata, Membuat pernyataannya terdengar seperti pertanyaan.
"Fine, Kamu sudah mbak peringati, Sampai ketemu di pesta tahun baru, “ucap dara dan memasuki kembali ke mobil.
Dara melambaikan tangan kepada william yang membalas lambaian tangan itu dengan kurang antusias. Dara lalu memanuver mobilnya menuju jalan raya.
Malam tahun baru hanya seminggu lagi dan semuanya sudah direncanakan dengan sempurna, Tapi itu sebelum dia bertemu william, Dan tiba tiba dara merasa sedikit nervous dengan rencana ini.untuk pertama kali nya dia menghargai kemacetan jalan raya, Karena itu bisa membantunya berfikir, Dia satu sisi, Tante poppy sudah tahu dan setuju dengan rencana ini, Dia bahkan setuju untuk tidak memberi tahu jo mengenainya, Tapi dara tahu dia akan disalajkan kalau rencana ini sampai buyar.
Oh!!! Kenapa baru sekarang. Dia menemui william? seharusnya dia tetap memaksa untuk bertemu william
bulan lalu meskipun blu bulang william sibuk. Sekarang semuanya sudah terlambat. Blu tidak akan memaafkannya kalau dia sampai meminta blu untuk membatalkan rencananya adalah untuk melindungi hati blu dari diinjak injak oleh seorang cowok. Dalam hati dara berharap semuanya akan berjalan lancar.




DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 9

No comments:

Post a Comment