Thursday, October 15, 2015

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 5


Bab 5
PEACE OFFERING

Pesta tahun baru kamu ini memangnya diadakan di mana?” Tanya dara. “ Di Gran Melia, Acara mulai jam 20.30."
“ Apa kamu udah ada gaun, Sepatu dan aksesorinya?"
“ Aku punya beberapa gaun yang baru aku pakai sekali untuk manggung, Dan aku bisa pakai lagi di muka publik. Sekalian daur ulang, Jadi hemat biaya belanja, Dan ngga akan ketahuan mas jo."
Mencoba berfikir dengan logika blu, Dara berkata, “ Kadi kamu berencana untuk berangkat ke acara itu setelah mas jo berangkat kerja malam itu?" Blu mengangguk antusias.
“ Apa kamu ngga khawatir Bi uti akan ngasih tahu mas jo tentang kepergian kamu?"Lanjut Dara.
"Minggu itu Bi uti akan pulang ke jawa, Cucunya ada yang mau kawin, Jadi semuanya beres."  "Wow! Rupanya kamu sudah memikirkan semuanya ya."
“ Kecuali urusan make up."
Tanpa pikir panjang lagi dara berkata, “ Kalau kamu mau, Mbak bisa dandanin kamu . Jadi kamu ngga perlu beli make-up."
"Really?"     
Dara mengangguk dan tahu tahu blu sudah memeluknya sambil mengucapkan kata thank you berkali kali.untung saja mobil sedang berhenti di lampu merah. Kalau tidak, Dara yakin mereka akan mengalami kecelakaan lalu lintas.
Setelah lampu lalu lintas berubah menjadi hijau dan blu harus melepaskan pelukannya, Dara berkata, “ Kalau mbak bantu kamu soal ini, Kamu harus nurutin dua permintaan mbak." "Oke, Apa pun itu, Aku akan setuju."
Meskipun dara memang benar benar mau membantu Blu, Dia tidak cukup gila untuk melepaskan anak berumur lima belas tahun berkeliaran di kota jakarta pada hari sabtu malam dengan laki laki yang dia tidak kenal. Sebebas bebasnya orangtua, mereka tetap harus menetapkan beberapa peraturan pada anak mereka.
"Mbak harus di kenalkan dengan William supaya mbak tahu orangnya yang mana."
"Oke, Itu beres."
"Yang kedua, Mbak akan ikut kamu keacara ini." "Hah?kayak jadi bodyguard gitu? ngga oke banget deh."
Meskipun dari nadanya sepertinya blu sudah ngambek, Dara tidak peduli.Dia harus tegas dengan peraturannya.
"Setidak tidaknya ngga ada orang yang akan histeris kalau ngeliat Mbak.Mbak akan antar kamu sampai ke lokasi pesta, Setelah itu Mbak akan hangout di lobi hotel sampai kamu selesai dan mengantar kamu pulang. Gimana? tawar dara.
“ Tapi....."
“ Terserah kamu, Pokoknya itu syarat Mbak untuk ngebohongin kamu pergi.
Kalau kamu ngga setuju, Kita bisa lupakan inisemua dan kamu akan kehilangan pesta tahun baru pertama dengan teman teman kamu ini, “potong dara.
Blu kelihatan sudah siap membantah, Tapi kemudian sepertinya dia sadar bahwa dia tidak akan bisa memenangkan argumentasi ini. Akhirnya dia berkata, “Oke Mbak boleh ikut."
Sisa sepuluh menit perjalanan menuju sekolah Blu dilalui dalam diam. Ketika mobil berhenti di depan gerbang sekolah dan Blu bersiap siap keluar mobil, dia berkata, “ Terimakasih ya, Mbak, Karena sudah mau ngedandanin, Menemani aku pergi ke pesta tahun baru, Dan ngga ngasih tau Mas jo tentang rencana aku ini."
Dara tersenyum, kagum dengan kata kata diplomastis blu. Sepertinya mama blu orangtua yang tahu cara menanamkan sopan santun kepada anaknya.
"I'II see you at three, Okay?" Ucapnya.
Blu mengangguk dan Dara membawa mobil kembali ke jalan raya, Menuju Menteng.
Dara baru saja melangkah ke dalam kantor MRAM ketika seseorang bapak bapak berumur lima puluhan yang cukup trendi menyapanya dengan ramah.
“ Ah, Mbak Dara, Ya?" Tanya bapak tersebut.dara hanya bisa mengangguk sebelum bapak itu melanjutkan dengan semangat
“ Kenalkan, Saya Pak Danung, Manajernya Blu.Maaf, Saya nggak bisa ketemu Mbak sebelumnya." Pak danung menjabat tangan dara dengan hangat."Yuk, Saya tunjukan tempat Mbak berkerja kalau sedang di MRAM."
Mereka lalu berjalan menuju sebuah meja panjang kosong di sudut ruangan, Dalam perjalanan pak danung menyempatkan diri memperkenalkan beberapa pegawai yang sedang bekerja di meja mereka.
Dara mencoba mengingat setidak tidaknya tida dari sepuluh nama orang yang dikenalkan, Tapi usahnya sia - sia. Dia bertekad mengenali mereka satu per satu pada akhir jam kerja hari ini.
"Omong omong, Apa mamanya Blu sudah menelpon mbak?"Melihat gelengan kepala Dara, Pak Danung berkata, “Oh, Mungkin masih belum sempat aja. Nah, Ini meja para PA. biasanya para PA artis MRAM selalu bergerak mengikuti artis mereka, Makannya mereka ngga punya meja sendiri. Jadi sistem yang kami gunakan adalah hoteling, Yaitu kalian akan berbagi meja dan segala keperluannya, Kami sudah menyiapkan rak berlaci dengan label nama setiap PA, jadi kalian bisa menyimpan segala dokumen didalam laci tersebut."
Pak Danung menunjukan deretan rak besi berlaci yang terletak disamping meja. Dara mengenali beberapa nama yang tertera sebagai PA, yang berkerja untuk para artis MRAM.
"Ini kunci untuk laci Mbak. Para PA biasanya akan mengunci laci mereka, Karena mereka tidak mau orang lain mengacak ngacak dokumen dokumen mereka.Meskipun kita semua disini sudah menandatangani perjanjian tutup mulut, Tidak ada ruginya untuk selalu berhati hati. Jadi, Pastikan laci Mbak selalu terkunci kalau Mbak tidak ada disini.Oke?"
Dara mengangguk mengerti dan mengantongi kunci itu.
“ Dua komputer ini berhubungan dengan main frame MRAM, jadi informasi apa pun yang Mbak simpan di main frame bisa diakses dari dua komputer ini. Saya akan minta Beno, Orang tech kita set-up username dan password untuk Mbak."
Sekali lagi dara mengangguk sambil meletakaN tasnya di atas meja dan mengeluarkan agendanya. Dengan bolpoin di tangan kanan dan agenda terbuka. Dara sudah siap mencatat apa pun informasi penting yang harus diingatnya.
Pak danung menyerahkan sebuah file berukuran A4 kepada dara sebelum berkata, “Ini agenda Blu untuk enam bulan ke depan. Hal hal yang menyangkut sekolah dan konser nya sudah fixed. Jadwal menjelang konser juga sudah diatur sedetail mungkin oleh kami, Jadi mbak bisa mengikuti jadwal itu saja. Tati tentu saja, Mbak harus sigap menangani pergantian yang suka datang tiba tiba."
Sebelum dara bisa betul betul mencerna apa yang dikatakan pak danung, Beliau sudah melanjutkan, “Untuk hari ini, Saya sudah menyiapkan beberapa hal yang bisa Mbak kerjakan selama menunggu hingga Blu keluar dari sekolah. Kita bisa mulai dengan membalas email dan meng update facebook dan Twitter blu."
Pak danung menyerahkan sebuah file kepada dara sebelum berkata, “ Di dalam sini ada username dan password email, facebook, Dan twitter Blu. Selain itu, Ada balasan email standar yang biasanya kami gunakan untuk pertanyaan pertanyaan yang paling sering kami terima. Semuanya terdaftar berdasarkan abjad. Kalau ada pertanyaa yang Mbak tidak pasti jawabnya di skip saja dulu sampai Mbak bisa menanyakannya kepada saya, Revel, Jo, Atau Blu sendiri."
Seraya memegangi agenda dan bolpoin, Dara hanya bisa melirik ke file yang dipegang pak danung.
“ Kalau misalnya ada fanmail yang menurut Mbak bagus, Mbak bisa menunjukannya ke Blu, Jadi Blu bisa membalas email itu sendiri kalau dia sempat. Serahkan semua pertanyaan yang datang dari media tentang Blu ke bagian Public Relations MRAM. Sayangnya Gina sedang cuti hari ini, Tapi mbak bisa mencari dia besok. Kita mencoba untuk mencegah adanya salah paham antara kami dan media, Itu sebabnya kita harus bekerja sama dengan PR. Saya juga memberikan mbak otoritas untuk tidak menghiraukan hate mail jenis apa pun."
“ Blu suka menerima hat mail?” Tanya dara terkejut. "More than you could ever guess, “ Jawab pak danung.
“ But why?” Dia tidak mengerti kenapa orang bisa. Tidak menyukai Blu yang menurutnya tidak ada
sombong sombongnya sama sekali.
“ Kebanyakan hate mail akan mengomentari pakaian, Sepatu, Make up, Bahkan aksesori yang dikenakan Blu waktu manggung.
Ada yang jengkel karena Blu tidak tersenyum cukup lebar ke pada mereka ketika mereka bertemu dengannya di mal. Ada yang bilang Blu lip sync lah, Yah, Intinya kebanyakan dari mereka sih cuma mencari cari alasan untuk membenci blu."
“ Apa Blu tahu bahwa dia sering menerima hate mail?"
Pak danung menggeleng. “ Kita mencoba untuk meminimalisasikan itu semua karena tidak mau membuat blu upset. Tapi kadang kami tidak bisa mengontrol apa kata media tentang blu.
“ Kita biasanya makan siang sama sama di sini jam 12.00, Tapi kalau mbak kurang cocok dengan menunya, Mbak bisa memesan makanan dari luar. Setelah makan siang, Mbak harus mengambil kostum konser blu. Kita sudah fitting dua minggu yang lalu, Coba Mbak catat alamatnya."
Bolpoin ditangan dara menari untuk mencatat segala instruksi yang ditembakkan secara bertubi tubi oleh pak danung itu.
"Setelah mbak kembali dari menjemput blu dari sekolah, Mbak bisa melanjutkan membalas fanmail nya sambil menunggu Blu selesai latihan vokal.nanti mbak akan saya kenalkan dengan mbak joyce, Pelatih vokal Blu.Orangnya agak agak strict, Tapi sebetulnya baik."Pak danung menepuk bahu dara sambil nyengir ketika mengetahui ini, Dan mau tidak mau dara pun tersenyum.
"Setelah itu mbak bisa mengantar Blu pulang dan membantunya mengerjakan tugas sekolah kalau perlu. Kalau blu tidak perlu apa apa lagi, Mbak bisa pulang. Ada pertanyaan? “ Tanya pak danung. Dara menggeleng dan pak danung meninggalkannya setelah Beno muncul untuk membantu Dara mengakses main frame MRAM.
Selama tiga puluh menit pertama dihabiskan Dara untuk menyalin agenda blu ke dalam agendanya, Dan membuat beberapa catatan lain tentang hal hal yang harus diklarifikasi kepada pak danung, Lalu selama lebih dari dua jam dara duduk di depan komputer untuk membalas fanmail blu.Pisang goreng yang diberikan oleh offic boy MRAM beberapa jam yang lalu masih tidak tersentuh olehnya. Dia hampir saja berteriak terkejut ketika membuka email blu beberapa jam yang lalu dan menemukan tidak kurang dari seratus email dari penggemar Blu.
Jam sudah menunjukan pukul 12m00 dan salah satu pegawai MRAM yang dia ingat bernama Sita, mendekatinya.
"Mbak dara, saya sita. sori ya ngga sempat ngobrol, Abis dari tadi saya liat mbak sibuk banget, Jadi ngga mau ganggu. Kita makan siang dulu yuk, “ ajak sita.
Dan dara pun segera log out dari email blu dan mengikuti sita menuju ruang makan.
"Sudah selesai ngebalas emailnya blu?"
"Sudah. Tapi masih belum sempet menyentuh Facebook dan Twitter, “ Jawab Dara. Sita mengangguk angguk.Oh ya......"
Kata kata sita terpotong oleh gonggongan anjing yang sangat familier dan Dara baru saja hendak menoleh
ke arah suara itu ketika tiba tiba dia menemukan dirinya sudah jatuh tengkurap di lantai dengan kedua kaki depan Goldie menemukan punggunya,
"Oh, May God, Bad goldie, Bad god, “ Emel sita sambil menarik collar Goldie dengan susah payah agar menjauhi dara.
Dara mencoba merangkak berdiri sambil menggeram. Apa tidak cukup orang diserang oleh seekor anjing
sekali dalam satu hari?Apa perlu diserang dua kali oleh anjing yang sama? Dasar sial, Gerutut dara dalam hati.
“ Jooo....Goldienya dipakaiin leash dong!!!Lo gimana sih?lihat tuh Mbak Dara samapi begitu keadaanya!” Teriak sita pada jo yang dengan santainya berjalan mendekati mereka sambil nyengir.
"Mbak dara nggak kenapa napa?” Tanya sita Khawatir.
Dara rasanya sudah mau mati saja ketika menyadari semua pegawai MRAM sedang menatapnya sambil tersenyum.Great!!!!Hari pertama kerja sudah jadi bahan tertawaan orang. Kenapa dia ngga bergabung dengan pasukan badut saja kalau tahu akan membayar untuk menetawakannya.
Jo kemudian bersiul kencang dan Goldie langsung berlari kearahnya.” Goldie cuma mau say hi kok. Aren't you, Girl?"Ucap jo sambil berlutut dan mengelus elus kepala goldie yang memaparkan wajah bahagia karena sudah dibelai tuannya.
"I'm fine, “ujar dara menjawab pertanyaan sita, Sambil berdiri dan mencoba tidak memelototi jo.
Dalam hati dara berjanji akan membalas dendam dengan mengunci Goldie dikamar mandi kalau tuannya sedang tidak ada dirumah. Tanpa menghiraukan jo, Dara pun mengikuti sita mengantre untuk mengambil makanan, Dara lalu duduk di salah satu kursi meja makan besar yang mendominasi ruang makan. Sita sepertinya menyadari kekikukan Dara sebagai pegawai baru dan duduk di sebelahnya. Dara menghargai kebaikan sita, Apalagi ketika jo memutuskan untuk duduk tepat dihadapan Dara sambil ngobrol dengan para pegawai laki laki tentang pertandingan sepak bola Manchester Unite melawan Chelsea tadi malam dan tidak menghiraukannya sama sekali.Ingin rasanya Dara pindah dari kursinya untuk menghindari jo. Rencananya gagal karena sita sudah mulaimembuka pembicaraan dengannya. Sita ternyata akuntan yang sudah berkerja untuk MRAM semenjak MRAM didirikan beberapa tahun yang lalu.Dia mengenal baik Revel dan jo, Dan sudah menganggap mereka seperti kelurga. Sekarang dara mengeri kenapa sita bisa mengomeli jo seenak jidatnya barusan.
Dara sedang memikirkan ke manakah dia harus meletakkan piring kotornya ketika seorang OB muncul untuk mengambil piring kotor itu dari hadapannya. Setelah mengucapkan terimakasih, Buru buru dia bangun dari kursinya, Dan setelah permisi kepada sita, Dara menuju mejanya untuk mengambil tas dan kunci mobilnya. Dia tidak tahu bahwa jo mengikutinya samapi dia mendengar suaranya.
“ Dara, “ucap jo yang disambut oleh pekikan dara.
“ Bisa ngga sih ngga ngagetin orang begitu?” Desis dara sambil mengelus elus dada.
Tanpa mengiraukan kata kata darA, jo menyodorkan segelas air putih padanya. Ketika dara menatapnya bingung, Jo menjawab, “ Kamu belum minum."
Dara menatap jo dan gelas air yang ada ditanganya, Semakin bingung, Dan kini sedikit curiga. Selama setengah jam mereka makan siang, Jo bahkan tidak pernah melirik ke arahnyA, jadi bagai mana dia bisa tahu bahwa dara belum minum?
Melihat gerakan pada wajah darA, jo menambahkan, “ini cuma air putih biasa, Ngga ada racunnya kok." Meskipun masih sedikit ragu, Tapi tidak mau menarik perhatian pegawai MRAM yang mulai kembali kemeja masing masing, Dara mengambil gelas itu dari tangan jo.
“ Thank you, “ucapnya.
Dia berniat menunggu hingga jo berlalu sebelum membuang ait itu. Sejujurnya, Melihat betapa antagonistiknya jo terhadapnya, Dia tidak percaya apa pun yang diberikan laki laki itu. Jo hanya mengangguk tanpa mengatakan apa apa. dara menyangka jo akan meninggalkannya setelah memberikan gelas itu, Tapi dia justru menunggu, Akhirnya sara tidak ada pilihan selain mendekatkan gelas pada bibirnya dan minum seteguk.
"Habiskan, “ucap jo lagi.
Akal sehat dara mengatakan agar dia meleparkan sisa air di gelas itu ke wajah jo, tapi dia rasa itu bukan ide yang baik betapapun menyebalkannya jo. Akhirnya dia meneggak habis air itu dan cukup terkejut ketika jo mengulurkan tangannya untuk mengambil gelas kosong itu darinya.
“ Besok besok jangan lupa minum setelah makan. Saya ngga mau harus menjawab pertanyaa media kalau kamu sampai ditemukan tewas karena tersendak.Ngga bagus untuk image Blu."
Dan sebelum dara bisa bereaksi, Jo sudah melangkah pergi, Meninggalkan dara megap megap saking kesalnya.
Dara menunggu hingga blu muncul digerbang sekolahnya. Kostum konser blu yang berjumlah sepuluh set tertata dengan rapi di bagasi mobil, Di dalam plastik laundry. Segala sepatu dan aksesori terletak di dalam boks di kursi belakang. Blu muncul tak lama kemudian dan dara menunggu hingga blu memasang sabuk pengaman sebelum tancap gas. Setibanya mereka di MRAM, Dara langsung menggiring blu ke studio untuk latihan.
Dara menemukan pak danung sedang ngobrol dengan seorang wanita yang mengenakan legging hitam, Kaus kedodoran dan sepatu bot dengan stiletto yang bisa digunakan sebagai tusuk sate saking runcingnya. Ketika melihatnya, Pak danung langsung mengenalkannya kepada pelatih vokal blu, Yang ternyata wanita berhak runcing itu.Dan dia adalah Joyce Silalahi, Pelatih vokal para penyanyi muda indonesia. Joyce menjabat tangan dara singkat, Pak danung langsung pamit dan meninggalkan blu untuk latihan.
"You're, Ucap joyce memperingatkan blu.
Dara terkejut ketika mendengar itu dan langsung melirik jam tangannya yang menunjukan pukul 15.45. "Maaf, Mbak, Tapi bukannya latihan vokal Blu dimulai pukul 16.00?” Tanya dara.
"Nope, Untuk hari ini jadwal latihan blu adalah dari pukul 15.30 sampai 17.30."
Dara segera mengeluarkan agendanya dari dalam tas untuk memeriksa jadwal yang sudah diberikan pak danung kepadanya tadi pagi.dan dengan jelas disitu tertera:
13.00 ambil kostum
15.00 jemput blu dari sekolah
16.00-18.00 latihan vokal , Check FB & Twitter
18.00 Fitting kostum
18.30 Dinner dengan jo
19.00 Home
Dari pada bertengkar dengan joyce Silalahi yang dikenal punya bad temper dan membawa kata “ Beyatch" kelevel tersendiri, dara memutuskan untuk mundur teratur.
“ Kalau begitu saya yang harus minta maaf. Saya sudah salah mencatat jadwal blu hari ini, “ucap dara.

“ Blu seharusnya tahu jadwalnya sendiri. Sekarang kita hanya punya waktu kurang dari dua jam untuk latihan.Pastikan kamu tahu jadwal kamu untuk latihan selanjutnya, “Ucap joyce sambil menatap blu tajam. Kata kata dan nada Mbak joyce yang sangat menghakimi itu membuat darah dara mendidih.Dengan susah payah dia mencoba menenagkan diri, Dan dengan satu aggukan kepada blu, Dara meninggalkannya kepada Cruella de joyce. Perempuan itu mengingatkan dirinya untuk memeriksa ulang jadwal blu dengan pak danung agar tidak terjadi kesalahan lagi.Dalam perjalanan kembali ke studio, Dara berpapasan dengan jo yang memaparkan wajah dinginnya. Dara pun hanya menganggukan dan berlalu untuk melanjutkan tugasnya.

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 6

No comments:

Post a Comment