Wednesday, October 14, 2015

DEVIL IN TH BLACK JEANS - ALIAZALEA - BAB 3


Bab 3
MEAN MEN

Blu biasanya berangkat ke sekolah jam 06.00 dan keluar jam 15.00.selama dia ada disekolah,kamu bisa menjalankan tugas kamu yang lain untuk blu,tapi HP-mu harus selalu bisa dihubungi kalau aja blu perlu apa apa dari kamu.Pulang sekolah dia akan langsung ke sini untuk latihan vokal samapai jam 18.00." "Setiap hari?"Tanya Dara.
Ada sedikit pergerakan pada rahang jo,yang menandakan bahwa dia tidak menghargai dara memotong penjelasannya sebelum berkata,"senin sampai jumat."
Dara mengangguk,memutuskan untuk tidak memotong jo lagi.Terakhir kali dia bertemu jo adalah seminggu yang lalu ketika jo meninggalkan ruangan pertemuan denga wajah gelap,dan Dara sudah yakin dia tidak akan mendapatkan pekerjaan ini.Namun tiba tiba dua hari yang lalu dia menerima telepon dari Revel,menawarkan pekerjaan ini untuknya,dan ketika dara mengatakan "ya",Revel memintanya datang menemui jo hari ini.Tingkah laku antagonistik jo hari ini lebih parah daripada tempo hari.Dan itu mengganggu ketenangan pikirannya,lebih daripada yang dia mau akui.
"Setelah itu dia akan pulang ke rumah,mandi,makan dan menyelesaikan tugas sekolah sampai jam 21.00.Kalau semua tugas sekolahnya sudah selesai,kamu boleh pulang, Saya ada pembantu,jadi kamu nggak perlu masak,tapi semua tanggung jawab lain seperti antar jemput ke sekolah,mengatur dan menyesuaikan tugas sekolah,bayaran uang sekolah,mengatur dan menyesuaikan jadwal Blu dengan Oom Danung,membantu persiapan konser, membalas email dari Fans,me-maintain Facebook dan Twitter blu, dan hal hal lainnya yang diperlukan blu,jatih ke tangan kamu.Jadwal kerja saya biasanya mulai dari jam 19.00 dan baru pulang lewat tengah malam,tapi kalau ada apa apa,ini tolong catat nomor HP saya,"jo melanjutkan penjelesannya.
Dara buru buru memasukan nomor HP jo ke dalam HP nya sebelum jo mulai nyerocos lagi dengan instruksinya."Jadwal akhir minggu blu biasanya penuh dengan manggung,dan kamu harus bersamanya setiap kali dia ada acara.Kalau dia ngga manggung,dia suka menghabiskan waktu di kamar nya,melakukan.....saya kurang tahu juga apa yang dilakukan anak ABG kalau mengunci diri di kamar mereka."
Dara mencoba menahan senyum melihat frustrasinya jo menghadapi tingkah laku adiknya ini.
"Saya sudah bilang ke mamanya Blu tentang kamu dan beliau akan telepon untuk bicara dengan kamu secepatnya.Saya biasanya ngedrop sejumlah uang pada awal bulan untuk uang saku blu dan dia akan mengatur keuangannya sendiri,tapi kalau dia perlu ekstra,misalnya untuk beli baju,dia minta ke saya.untuk mempermudah,saya akan drop sejumlah uang ke kas untuk kepentingan Blu,kalau kurang,saya tolong diberitahu.pastikan kamu simpan semua kuitansinya,jadi saya tahu perbelanjaan blu san saya mau pertanggung jawaban keuangan dari kamu setiap akhir minggu.saya rasa seorang sarjana pastinya tahu cara membuat laporan keuangan,kan?"
Dara mencoba tidak menghiraukan sindiran jo dan mencatat daftar tugasnya yang semakin lama semakin panjang.
"Tolong kalau ada masalah apa apa dengan Blu,kamu lapor ke saya lebih dahulu.Kalau kamu ngga bisa
menghubungi saya,kamu bisa menghubungi Oom danung,tapi jangan pernah sekali pun menghubungi mamanya blu.saya ngga mau kensentrasinya pecah."

Yeah,as if aku mau buang buang pulsa untuk telepon ke luar negri aja,ucap dara dalam hati.sebagai anak tengah dari tida bersaudra yang semuanya perempuan,dara mengerti beberapa protektif dan suka ngaturnya seorang kakak pada adik mereka,tapi meskipun begitu,dara yakin jo masuk ke dalam katagori waaayyy,,,overprotective dan ngebos gila.
"Kamu aka bekerja enam hari dalam satu minggu. kalau blu membutuhkan kamu pada hari libur kamu,kamu akan mendapatkan ganti hari libyr,tapi kamu harus jadwalkan setidak tidaknya seminggu dimuka.Hari senin waktu kamu ketemu dengan Oom danung,beliau akan memberikan agenda Blu.Adalah tugas kamu untuk memastikan bahwa blu on+time untuk setiap pertemuannya,karena jadwalnya sangat ketat menjelangkan konser ini," lanjut jo.
Jo kemudian menyodorkan sebuah map kepada dara."Ini kontrak kerja. Standar aja,menyatakan semua hak dan kewajiban kamu dan juga Blu dia bahwa naungan MRAM sebagai pihak yang mempekerjakan kamu.silahkan dibaca kemudian ditandatangani,Saya akan kembali dalam waktu tiga penuh menit,kalau ada pertanyaan,kamu bisa menanyakannya nanti."
Tanpa berkata apa apa lagi jo meninggalkan dara untuk membaca kontrak tersebut.segala klausul yang tertera kelihatan masuk akal,meskipun dalam hari Dara bertanya tanya apakah kontrak tersebut memang standar,karena sejujurnya,dia tidak tahu bentuk kontrak yang dibilang standar atau tidak,tante Emil dan artis artisnya yang lain tidak pernah memintanya menandatangani kontak kerja ketika memperkerjakannya.tapi bos bosnya terdahulu tidak ada yang sekaliber Blu.
Persis tiga puluh menit kemudian,jo kembali,tapi kini ditemani seorang laki laki setengah baya berwajah sangar,dan dari wajah tersebut dara mengharapkan kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah"Horas!"
"Kenalkan,ini Oom siahaan,pengacara MRAM."Dara mencoba menahan tawa ketika mendengar nama yang telah mengonfirmasi tebakannya.
Dara rasanya ingin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan melihat cara pak siahaan menatapnya,yaitu dengan penuh kecurigaan.
"Apa ada pertanyaa tentang kontrak kerja?"Tanya jo,mengalihkan perhatian dara dari wajah Pak Siahaan. Dara menggeleng dan menyerahkan kontrak kerja yang telah dia tandatangani.
"Ini adalah Non-disclosure agreemenr yang harus Mbak tanda tangani.Pada dasarnya NDA ini mengatakan bahwa Mbak tidak akan membeberkan apa pun informasi yang berhubungan denga blu,menjelek jelekkan nama baik Blu,dan segala sesuatu yang berhubungan dengan blu selama Mbak bekerja untuk kami.Dan kalau mbak sampai melakukan hal itunkami berhak memberhentikan Mba tanpa kompensasi dan kami juga bisa menuntut. Ganti rugi kepad mbak kalau masalah sampai masuk sidang." Untuk pertama kalinya pak siahaan berkata kata dan menurut Dara pengacara ini sama antagonistiknya dengan jo.ketika dara membubuhkan tanda tangannya pada dokumen itu,jo melanjutkan orasinya.
Sebagai pegawai kami,ada beberapa peraturan implisit yang kamu harus patuhi.Yang pertama menyimpan pendapat kamu untuk diri kamu sendiri.Kedua,jangan pernah mencoba memengaruhi Blu ke hal hal yang tidak baik.Ketiga,jangan pernah mempertanyakan segala tindakan dan keputusan yang saya ambil untuk Blu."
"Tapu bagaimana kalau tindakan atau keputusan Mas jo itu berdampak buruk kepada Blu?Apa saya bisa menyuarakan pendapat saya?"
Jo mendengus sebelum berkata,"percaya sama saya,sya tidak akan melakukan hal hal buruk kepada
Blu?Apa saya bisa menyuarakan pendapat saya?"
"Mungkin tidak secara sengaja,tapi bisa aja kan terjadi secara tidak sengaja."
"Kamu baru resmi bekerja selama kurang dari lima menit,dan kamu sudah melanggar peraturan pertama.apa kamu yakin kamu mau pekerjaan ini?"
Dara memepertimbangkan ancaman ini.mungkin ada baiknya dia mundur sekarang daripada harus berhadapan dengan orge ini setiap haru.Tapi dara bukanlah tipe orang yang gampang menyerah,dan dia tidak akan menyerah sekarang hanya karena soerang jo Brawijaya mengancamnya.
Dia tidak akan pernah memahami segala kehebohan yang meliputi jo semenjak kemunculan jo beberapa tahun yang lalu.Dia akui jo ganteng,tapi kalau dibandingkan Revel,jo tidak ada apa apanya.Dan meskipun banyak orang bilang jo drummer yang andal,Dara tidak bisa menghargainya karena menurutnya suara yang dihasilkan oleh drum hanyalah...."Noise,"bukan musik betulan,jelas jelas tidak menandingi music yang dihasilkan piano atau biola.
Ole,mungkin dengan berjalannya waktu,gaya jo berubah dari punk rock dengan rambut gimbal,kaus hitam,dan jins sobek,jadi lebih cool dan sophisticated dengan rambut pendek ala larry Mullins nya U2,kaus hitam,dan jins dari deainer terkenal yang dengan potongannya bisa membuat bokong laki laki kelihatan "yummy,"tapi tetap saja,menurut Dara,jo hanyalah seorang anak band.
"Sori,itu tidak akan terjadi lagi,"ucap Dara.
Jo pun menanggukan dan untuk sementara waktu ini mereka setuju untuk berdamai. "Kenapa kamu ngga membicarakannya dengan ku sebelum nerima tawaran kerja ini?"
Bentak panji membuat dara tersentak.Dia tahu panji akan marah padanya,tapi dia tidak menyangka panji akan bereaksi seganas ini.Mereka baru saja selesai makan malam dan sedang duduk menonton TV ketika dara memutuskan untuk memberitahu panji tentang pekerjaan barunya.Untung saja papa dan ibu sedang pergi ke yogya mengunjungi keluarga Mbak Olin,dan krisna sedang keluar dengan pacarnya,sehingga tidak ada yang mendengar bentakan panji ini.
"Karena aku tahu kamu akan menghalangi aku.Dan aku perlu pekerjaan ini,ji.kita perlu pekerjaan ini,"dara mencoba menjelaskan tindakannya.
"I can't believe you are doing this to me setelah kamu tahu perasaan aku tentang pekerjaan kamu.aku sudah bilang kamu bisa cari pekerjaan lain,kamu punya gelar sarjana komputer,kamu toh bisa kerja di perusahaan IT yang berjibun banyaknya dijakarta."
"Tapi aku ngga mau kerja di bidang IT,sebab aku akan stuck duduk di depan komputer selama berjam jam,I would hate it."
Tapi setidak tidaknya itu akan lebih bonafide daripada apa yang kamu kerjakan sekarang.kamu akan kerja kantoran dengan jam kerja yang normal.Aku mau istriku bisa bikinin aku sarapan dan makan malam,seorang istri yang menungguku dirumah waktu aku pualng dari kantor."
Dara tau panji memang sering terkesan egois,tapi selama ini laki laki itu selalu bisa menoleransinya,hingga sekarang,hal ini membuatnya bertanya tanya apakah dia mau melepaskan pekerjaannya untuk mempertahankan hubungannya dengan raja narsis bernama panji?
Dia bertemu panji sewaktu kuliah,tapi mereka baru mulai pacaran ketika masing masing sudah mapan dengan pekerjaan mereka,panji tipe laki laki yang akan dibawa pualng untuk dikenalkan kepada orang tua,Dia mapan,sopan,dan berasal dari keluarga baik baik,selama setahun pertama mereka pacaran,panji tidak pernah mengajukan keberatan dengan semua keputusan dara,tapi saat hubungan mereka jadi lebih serius,panji jadi semakin terobsesi untuk mengatur hidup dara.dia seakan mencoba mencetak dara menjadi istri yang diinginkannya,yaitu istri pada zaman ibu kartini,yang tertindas dan tidak diperbolehkan menyuarakan pendapat mereka.
"Dara,aku ngerti kalau pekerjaan ini penting untuk kamu,tapi aku minta kamu ngerti posisi aku,,,,"
"Dan aku perlu kamu ngerti posisi aku,aku ngga pernah minta kamu untuk cari pekerjaan lain,meskipun jam kerja kamu berantakan dan membuat kita jarang ketwmu,karena aku tahu kamu suka pekerjaan kamu.aku sudah mendukung kamu,dan aku minta kamu memberikan dukungan yang sma kepadaku,"potong Dara berapi api.
"Jadi kamu lebih memilih pekerjaan kamu dari pada aku?" "Iya,"balas Dara tanpa berfikir lagi.
"You don't mean that." "Yes,I do."
Panji terdiam,terkejut dengan kata kata itu,kemudian wajahnya memerah dan dara menyangka bahwa
untuk pertama kalinya panji merasa malu karena sudah terlalu mengatur hidupnya,tapi tentu saja dara salah karena panji justru berkata,
"Kalau ini memang keputusan kamu,aku perlu space untuk berfikir." "Oke....,"ucap dara sedikit bingung.
"Aku perlu space jauh dari kamu." Maksud kamu?"
Panji tidak menjawab pertanyaan ini,tapi dari tatapannya dara tahu maksudnya.
"Are you breaking up with me?"Dara magap magap menatap laki laki yang akan dinikahinya ini. "Ngga,aku cuma minta kita hiatus sampai aku bisa mengambil keputusan."
Mendengar ini dara langsung panik,"ji,kita seharusnya menikah tahun depan,kita ngga bisa hiatus sekarang.Gimana dengan segala rencana pernikahan kita?apa yang aku harus bilang ke keluarga aku," "Rencana pernikahan harus ditunda dan keluarga harus dikasih tahu,aku tahu ini akan sulit untuk kita berdua,tapi aku rasa ini jalan terbaik untuk saat ini.Aku serius mau menikahi kamu,tapi aku mengharapkan seorang istri yang akan menuruti permintaan aku,dan untuk saat sekarang kamu sepertinya tidak bisa melakukannya."
Berbagai macam sumpah serapah terlintas di kepal dara,tapi lidahnya terlalu kelu untuk mengucapkannya,what have I done?tanya dara dalam hati.Ibu akan menggoroknya kalau beliau dan papa sampai tahu dia hiatus dengan panji.beliau sudah sangat mengharapkannya menikah tahun depan dan keluar dari rumah untuk memulai hidup baru dengan seorang suami.krisna sudah tidak sabar untuk menikahi pacarnya,seorang dokter gigi yang sangat dielu elukan oleh papa dan ibu,tapi mereka tidak memperbolehkan Krisna melangkahinya,karena itu mereka sangat bersemangat untuk menikahkan dara agar tidak kehilangan calon menantu dokter gigi .

Sebagai cewek yang cukup populer dikalangan laki laki semenjak SMP,semua orang bertanyatanya kenapa Dara masih single pada umurnya yang sudah melewati tiga puluh tahun.satu satunya penjelasan yang bisa diberikannya adalah bahwa selama ini dia selalu mencari kenis laki laki yang salah,yang meskipun gantengnya selangit,tapi tidak pernah mau serius dengannya.selama bertahun tahun dia tidak pernah mempermasalahkan ini,karena dia juga tidak pernah berniat"commit,"Hingga suatu pagi dua tahun yang lalu dia sadar bahwa jana,Nadia,dan adri ,sobat sobatnya semenjak SMP sudah menikah dan hidup bahagia dengan suami dan anak anak mereka.
Pada detik itu dara sadar bahwa dia juga menginginkan hal tersebut.Menikah dengan laki laki yang baik,mapan,dan mencintainya,dan menjadi seorang ibu,selama ini ketiga sobatnya sudah mencoba mengingatkannya bawha sesuatu ahri hobinya mengoleksi laki laki akan membawa karma padanya,tapi dia tidak pernah menghiraukannya,Dia tidak pernah menyangka hari itu akan tiba.karena itu,panji mengajaknya keluar,dia langsung setuju tanpa pikir panjang lagi,dara mengakui bahwa salah satu daya tarik utama panji adalah bahwa karena keseriusannya itu panji menjadi seseorang yang tidak memiliki humor,tidak mengenal kata kompromi dan sangat suka mengatur.
Sekarang kalau dara pikir pikir lagi.selama mereka berpacaran,selalu dirinyalah yang harus berkompromi untuk memenuhi keinginan panji,dara tidak pernah menilai dirinya sebagai wanita yang rela ditindas oleh laki laki,tapi tanpa dia sadari,dia sudah memperbolehkan panji menindasnya selama setahun belakangan ini.Oh,ingin rasanya dia mengomel kepada ibu yang selalu mengatakan bahwa seorang wanita harus tunduk kepada suami kalau mau hibingan mereka langgeng.menurut ibu,hanya ada dua alasan kenapa perceraian bisa terjadi.Pertama adalah karena perselingkuhan,dan yang kedua adalah karena sang istri tidak menghargai sang suami.
Selama ini dara tidak pernah mempertanyakan pendapat ibu,tapi kini dia sadar bahwa pendapat ibu terkesan membela laki laki dan menyalahkan perempuan.Bahwa kalau saja sang istri tahu cara menjaga suaminya,sang suami tidak akan lari keperempuan lain,dan kalau saja sang istri menghargai suaminya,sang suami tidak akan pernah meninggalkannya,dara yakin banyak juga laki laki yang menggunakan alasan seperti ini untuk menceraikan istri mereka,dan panji adalah salah satunya.Hal ini membuatnya sedikit mual.
Panji berdiri dari sofa sebelum menunduk dan mencium kening dara,"aku pamit pulang dulu,"ucapnya. Dara menarik lengan panji,mencoba menahanya,tapi ketika panji menatapnya,dara tidak bisa mencucapkan apa yang ada didalam kepalnya.
"Aku rela melepaskan pekerjaanku demi kamu,aku akan melakukan apa aja untuk bisa sama sama sengan kamu,"itulah yang ingin dia katakan,tapi sepertinya lidahnya,atau mungkin hatinya tidak mau bekerja sama.

Dengan tatapan kecewa panji pun melangkah pergi.Suara pintu depan yang menutup.mesin mobil yang dihidupkan,kemudian bunyi ban mobil yang berdecit meninggalkan dara sendiri dengan pikirannya.

*owgh... Dara itu ternyata sahabatnya jana, Adri dan Nadia...Ternyata ada Relasi diantara Novel- Novel ini... Setiap orang mempunyai cerita masing-masing dalam hidupnya dan pada dasarnya semua bisa menjadi pemeran utama untuk dirinya sendiri... that great idea mbak AliaZalea..... dara kan belum menikah sma panji... masak panjinya sudah mw mengatur sich... gmana nanti setelah menikah.... heee.. lanjut lagi ke bab selanjutnya yuks... semakin penasaran sma bab selanjutnya... 


No comments:

Post a Comment